Page 186 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MEI 2021
P. 186
PEMERINTAH SUSUN KEBIJAKAN TERKAIT TES SWAB PCR & VAKSINASI PEKERJA
MIGRAN
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko KSP menegaskan, pemerintah akan membuat kebijakan
terkait biaya PCR Test dan vaksinasi bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Menurutnya,
Kewajiban PCR test dan vaksinasi untuk CPMI mendapat perhatian khusus dari pemerintah
agar tidak menjadi beban.
"Saya concern ke tenaga kerja, jangan membebani mereka. Jangan pula biaya PCR test maupun
vaksinasi jadi area permainan," ungkap Moeldoko saat menggelar Rakor terkait PCR bersama
Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Kesehatan di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin
(3/5).
Menurutnya, pekerja migran sudah sepatutnya mendapatkan perhatian dan perlakuan istimewa
dari negara. Kata dia, peran mereka terhadap pergerakan roda ekonomi bangsa sangat besar
dan signifikan. Bahkan, lanjut dia, negara memperoleh cadangan devisa hingga Rp159,6 triliun
pada 2020. Hal itu mengindikasikan bahwa salah satu masa depan bangsa berada pada diaspora
tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Tidak hanya itu, Moeldoko menegaskan, negara tidak hanya melihat PMI sebagai penggerak
sumbu ekonomi. Namun sebagai etalase bangsa yang menjadi wajah dan merepresentasikan
Indonesia di dunia internasional.
"Oleh karena itu, sudah sewajarnya pemerintah menaruh perhatian sangat besar kepada PMI,
dan memberikan red carpet bagi mereka," jelas Moeldoko.
Di menambahkan, pada pertengahan tahun 2020, pemerintah secara resmi membuka kembali
penempatan PMI dalam masa adaptasi kebiasaan baru (new normal). Tujuannya untuk
mendukung percepatan pemulihan nasional serta memperhatikan kebijakan beberapa negara
penempatan yang sudah membuka tenaga kerja asing. Kata dia, salah satu yang sedang
disiapkan adalah pengiriman 274 CPMI ke Jepang yang merupakan bagian dari perjanjian
Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Namun, ia meminta,
Kementerian/Lembaga terkait tidak hanya fokus pada pengiriman CMPI ke Jepang saja.
"Jangan melihat case by case. Perlu ada kajian, sinkronisasi dan terobosan aturan di bidang
kesehatan dan perlindungan PMI. Anggaran juga perlu disiapkan sehingga bisa
mempertanggungjawabkannya ke BPK dan BPKP," ujar Moeldoko.
Sementara, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Bina Penta) Kemenaker Suhartono
menjelaskan, tahun lalu Indonesia mengirimkan sebanyak 114 PMI Nurse dan careworker batch
ke-13 ke Jepang. Saat itu, PCR test kepada PMI difasilitasi Pemerintah melalui kerja sama dengan
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI.
"Ke depan, kami sepakat untuk ada anggaran khusus terkait fasilitas PCR test dan vaksinasi.
Sehingga kami akan diskusikan hal ini," tutur Suhartono.
Sedangkan, Direktur Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kemenkes Siti Nadia menyebut,
kebijakan dan regulasi fasilitas PCR test dan vaksinasi bagi PMI perlu disusun. Terutama terkait
dengan kriteria hingga jumlah PMI. "Harus berhitung ulang untuk anggaran 2021. Untuk tahun
2022 akan dibuatkan kebijakan bersama," imbuh Nadia.
Dia menambahkan, keputusan ini menunjukkan bahwa Pemerintah harus turun tangan
mengatasi persoalan PCR test dan vaksinasi bagi PMI. Terlebih, masih banyak PMI yang
tergolong orang tidak mampu. Selain itu, Kemenkes juga siap mendukung pelaksanaan PCR test
dan vaksinasi bagi PMI karena secara fasilitas sudah terpenuhi. [ray].
185

