Page 101 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 101
Diketahui dari rekan sesama ABK almarhum di kapal Liquing Yuan Yu 623, pada saat
dibangunkan yang bersangkutan sudah meninggal dunia tidak ada penjelasan lebih
lanjut mengenai apa penyebab kematian.
Kemlu RI bersama kementerian lembaga terkait akan berupaya untuk
memperjuangkan pemenuhan dan hak-hak Ketenagakerjaan almarhum H,
diantaranya pemenuhan hak gaji, santunan, dan asuransi yang bersangkutan.
"Berdasarkan informasi terakhir yang didapat dari PT MTB, hak gaji sudah
dibayarkan, santunan sebagian sudah dibayarkan, sedangkan untuk asuransi sedang
dalam proses administrasi, tapi kami sekali lagi akan melakukan kroscek mengenai
kebenaran tersebut," ujarnya.
Kemlu RI juga sedang berkordinasi dengan KBRI Beijing untuk mengirimkan nota
diplomatik, agar pihak Cina melakukan penyelidikan lebih lanjut dugaan pelanggaran
hak asasi manusia yang ada di Kapal Liquing Yuan Yu 623.
Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Kasus Eksploitasi ABK WNI di Kapal Ikan Long Xing
629 Barekrim Polri menetapkan 3 tersangka dalam kasus eksploitasi WNI yang
bekerja menjadi anak buah kapal di kapal ikan berbendera Cina, Long Xing 629 .
Tiga orang masing-masing berinisial W dari PT APJ di Bekasi, F dari PT LPB di Tegal,
dan J dari PT SMG di Pemalang menjadi tersangka dalam kasus Tindak Pidana
Perdagangan Orang (TPPO).
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam pesan tertulisnya
menjelaskan 3 orang yang ditetapkan menjadi tersangka dilakukan setelah pihaknya
melakukan gelar perkara.
"Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO) Direktorat Tindak Pidana Umum
Bareskrim Polri telah melakukan gelar perkara dan disimpulkan menjadi tersangka
TPPO dengan tujuan eksploitasi bermodus menjanjikan gaji, penempatan kerja, dan
waktu kerja tidak sesuai," kata Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, melalui keterangan
tertulis, Minggu (17/5/2020).
Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memeriksa 14 ABK
WNI di Kapal Long Xing 629 untuk dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan
(BAP).
Kasubdit III Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes John W Hutagalung
menuturkan, pemeriksaan rampung, Rabu (13/5/2020) malam.
"Alat bukti yang kita temukan dari kesaksian 14 ABK, dokumen-dokumen surat dan
petunjuk-petunjuk persesuaian antara dokumen dan keterangan saksi-saksi," kata
John.
Setelah mengantongi bukti yang cukup, kasusnya kini ditingkatkan ke tahap
penyidikan.
Page 100 of 141.

