Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 MEI 2020
P. 123
Pihak Kemlu juga telah melakukan koordinasi dengan pihak KBRI Singapura untuk
melakukan pengecekan pada jalur kapal Luqing Yuan yu 623.
"Terakhir, kami juga berkoordinasi dengan KBRI kita yang ada di Beijing. Dalam hal
ini, KBRI kita yang ada di Beijing telah mengirimkan nota diplomatik kepada Kemlu
RRT untuk penyelidikan lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut, termasuk peristiwa
pelarungan," paparnya lagi.
Pihak KBRI Beijing juga meminta dilakukannya penyelidikan terhadap kondisi ABK
WNI lainnya yang bekerja pada kapal China.
Setelah itu, Kemlu juga telah melakukan pertemuan dengan para ahli waris dan
manning agency pada 18 Mei lalu dan pada hari ini, 20 Mei 2020.
Selain itu, pihak Kemlu juga terus melakukan koordinasi dengan pihak Kemenhub
dan Kemenaker. Berdasarkan koordinasi tersebut, diketahui bahwa perusahaan
tersebut tidak memiliki izin untuk menempatkan awak kapal Indonesia di luar
negeri.
Kemlu dan Kementerian lembaga terkait juga kini sedang memperjuangkan
pemenuhan hak-hak tenaga kerja ABK WNI berinisial "H".
"Hak gaji sudah dibayarkan, santunan sebagian sudah dibayarkan, sedangkan untuk
asuransi sedang dalam proses administrasi tapi kami akan melakukan cross check
terhadap ahli waris terkait penerimaan tersebut," jelas Joedha.
Bareskrim Polri juga telah menanggapi kejadian ini dengan cepat, sambil juga
berkoordinasi dengan Polda Jateng dimana lokasi perusahaan tersebut berada di
Jawa Tengah..
Page 122 of 141.

