Page 181 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 181
"Dan di dalam di kondisi kalau kita kombinasikan totalnya sekitar 2.040, ini belum termasuk toko-
toko kelontong yang di ruko, yang memang bukan anggota kami, kemudian toko P&D dan lain
sebagainya," ucapnya.
Disamping itu, gerai-gerai di daerah juga sudah pada tutup karena pandemi. Roy bilang, para
pedagang hanya menghitung hari untuk dapat tetap beroperasional.
"Kemudian yang ada di daerah tentunya bukan hanya di pusat provinsi saja, ini belum termasuk
itu, artinya kita menghitung hari sama seperti PPKM darurat selalu yang kita hitung sekarang
berapa hari lagi selesai, nah ini kita juga menghitung hari untuk bagaimana dapat tetap
beroperasional," pungkasnya.
2. Pelaku usaha hotel dan Kuliner Kibarkan Bendera Putih
Sedikitnya 600 pelaku usaha restoran/kafe dan 500 hotel yang tergabung dalam Asosiasi Kafe
dan Restoran (AKAR) akan menggelar aksi mengibarkan bendera putih di Kota Bandung, Kamis
(29/7/2021). Aksi ini dilakukan karena mereka menyerah terhadap keadaan selama penerapan
PPKM.
Ketua Harian AKAR Gan Bonddilie atau yang akrab disapa Bond mengatakan, aksi pengibaran
bendera putih ini sebagai bentuk protes kebijakan pemerintah yang tak memperdulikan nasib
para pelaku di bidang usaha kafe dan restoran yang sudah kewalahan karena pandemi Covid-
19.
"Mulai besok, kita akan mengibarkan bendera putih. Selama dua hari ke depan sebanyak 600
restoran dan 500 hotel yang bergabung dengan kita akan serentak melakukannya. Khususnya
di Kota Bandung bahkan Jawa Barat," kata Bond, Rabu (28/7/2021).
Bond menuturkan, aksi tersebut dilakukan sebagai tanda protes karena pemerintah selama ini
tidak peduli terhadap nasib mereka. Aksi ini juga merupakan aksi solidaritas, sejumlah pelaku
usaha kafe dan restoran di Garut yang sudah terlebih dulu melakukan pengibaran bendera putih
tanda menyerah.
"Untuk upaya bertemu dan berdiskusi dengan pemkot sendiri, sudah dilakukan sejak PPKM
pertama. Kita sudah mengajukan surat melalui PHRI Jawa Barat, secara resmi kepada
Pemerintah Kota Bandung dan Jawa Barat sudah kami lakukan. Namun setiap ada kebijakan
atau Perwal Walikota dan wakilnya tidak pernah mengundang kami untuk berdiskusi,"
ungkapnya.
Bond mengaku kecewa lantaran surat dari AKAR sama sekali tidak digubris oleh Pemkot
Bandung. Padahal, selama ini pihaknya mengklaim sudah taat bayar pajak dan bayar berbagai
kewajiban lainnya.
"Perlu diketahui, dari restoran dan hotel, anggaran pendapatan daerah paling besar berasal dari
sektor pariwisata khususnya Kota Bandung. Tetapi kami tetap diabaikan, kami seakan tidak
dilihat. Untuk itu, kami akan melakukan protes secara masif, bahwasanya pemerintah tidak pro
terhadap kami," ujarnya.
3. PHK Tak Terhindarkan
Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) Gan Bonddilie, mengatakan sejak PPKM
diberlakukan 3 Juli lalu, pihaknya terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)
terhadap kurang lebih hampir 60 persen karyawan.
Selain itu, pihaknya juga terpaksa menutup tempat usaha. Saat ini restoran yang sudah tutup
secara permanen sebanyak 40 persen lebih.
180

