Page 182 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 AGUSTUS 2021
P. 182

Menurut  Bond,  sejauh  ini  belum  ada  langkah  pemerintah  mengurangi  beban  pajak  mereka.
              Adapun subsidi Rp1,2 juta untuk UMKM yang sudah didapat atau dari hibah yang lainnya, nilainya
              sangat kecil.

              "Karyawan kita yang mendapatkannya bisa dihitung, tidak sampai 5 persen," ucapnya.

              AKAR sendiri merupakan asosiasi yang memiliki basis hukum yang legal dan mempunyai visi di
              antaranya membina UMKM.

              Dalam  segi  aturan,  kafe  dan  restoran  yang  tergabung  dalam  AKAR  sudah  melakukan  yang
              dianjurkan  oleh  pemerintah,  mulai  dari  protokol  kesehatan  yang  sangat  ketat,  seperti
              dibuatkannya tempat cuci tangan, penyediaan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh kepada
              pelanggan hingga jarak dan kapasitas yang dibatasi.


              "Untuk apa kita beli alat-alat pencegahan penyebaran covid sampai mengeluarkan dana belasan
              juta, tapi tidak bisa dine in?," kata Bond.

              4. Pegawai Dirumahkan

              Selama pandemi covid-19 banyak pegawai yang terpaksa di rumahkan, lantaran pemasukkan
              perusahaan  tersebut  macet.  Salah  satunya  Industri  penerbangan,  hampir  seluruh  maskapai
              merasakan hal yang sama, termasuk Lion Air Group. Imbasnya, maskapai di bawah grup tersebut
              terpaksa merumahkan para pekerjanya.

              Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan,
              dalam tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kontinuitas perusahaan, Lion Air
              Group tetap beroperasi secara bertahap, rata-rata mengoperasikan 10-15 persen dari kapasitas
              normal sebelumnya (sebelum pandemi Covid-19) yakni rerata 1.400 penerbangan per hari.

              Kondisi pendapatan sangat minimal, masih mempunyai komitmen finansial yang harus dipenuhi,
              terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi sementara operasional pada rute-
              rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya harus ditanggung masih cukup besar, Lion Air Group
              sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak
              secara keseluruhan.

              "Skema pemulihan (recovery and reorientation) ditempuh guna menjaga keberlangsungan usaha
              dan menjadikan bisnis berada pada sektor yang tepat. Kondisi pasar dan jumlah penumpang
              yang  mengalami  penurunan,  sehingga  mengakibatkan  jumlah  frekuensi  terbang  (produksi
              layanan penerbangan) faktanya juga menurun," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta,
              Sabtu (31/7/2021).

              Atas kondisi tersebut, menyebabkan jumlah produksi pekerjaan dengan sumber daya manusia
              tidak sesuai secara perhitungan (tidak sebanding/ tidak berimbang).
              Oleh  karena  itu,  dalam  jangka  waktu  yang  diperlukan,  Lion  Air  Group  mengumumkan
              pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan (status tidak Pemutusan Hubungan
              Kerja/ PHK) menurut beban kerja (load) di unit masing-masing yaitu kurang lebih prosentase 25
              persen-35  persen  karyawan  dari  23.000  karyawan.  Itu  artinya,  jika  dihitung  pekerja  yang
              dirumahkan berkisar antara 5.750-8.050 orang.

              Menurutnya,  selama  mereka  (karyawan)  yang  berstatus  dirumahkan,  Lion  Air  Group  akan
              berusaha  membantu  memberikan  dukungan  biaya  hidup  sesuai  kemampuan  perusahaan.
              Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual (online) sesuai dengan bagian (unit)
              masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut.



                                                           181
   177   178   179   180   181   182   183   184   185   186   187