Page 105 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 105
MASIH TERTEKAN COVID-19, PENGUSAHA MINTA KERINGANAN BAYAR THR
Pandemi virus corona (Covid-19) memberikan tekanan pada arus kas dari para pelaku usaha.
Sebagai dampaknya, beban pengusaha untuk memberikan tunjangan hari raya (THR) menjadi
sulit untuk dipenuhi. Hal itu membuat pelaku usaha meminta keringanan terkait dengan
pembayaran THR di tahun ini.
"Menurut hemat kami bahwa opsi mencicil dan menunda menjadi alternatif yang harus
diputuskan bersama secara bipartit dengan regulasi dari pemerintah dalam hal ini Kementerian
Ketenagakerjaan," kata Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI
Jakarta, Sarman Simanjorang saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (7/4).
Pembayaran THR secara penuh dapat dilakukan kepada pengusaha yang memiliki kemampuan.
Namun, kondisi saat ini dinilai masih banyak industri yang belum pulih.
Sarman bilang, pertumbuhan ekonomi sebagai indikator pun masih menggambarkan masih
negatif. Sehingga disebut sebagai tanda bahwa sektor industri belum pulih. "Kondisi dunia usaha
masih tertekan dan masih proses pemulihan, tidak elok jika dipaksa membayar THR," terang
Sarman.
Kondisi dunia usaha saat dinilai masih belum banyak berubah dibandingkan tahun 2020 lalu sejak
awal pandemi Covid-19. Pasalnya saat ini pembatasan pun masih dilakukan oleh pemerintah.
Pembatasan menyebabkan pergerakan konsumen masih belum leluasa. Sektor perhotelan,
restoran, dan kafe pun masih terdampak besar dari pembatasan yang ada. "Kalau ditanya yang
sudah mulai pulih belum ada yang signifikan, karena memang daya beli masyarakat masih
rendah," jelasnya.
Meski begitu, Sarman tak menampik adanya pengusaha yang menyalahgunakan surat edaran
terkait pembayaran THR tahun 2020 lalu. Oleh karena itu pengawasan secara tegas perlu
dilakukan oleh pemerintah. "Serikat pekerja dapat melaporkan ke Dinas Tenaga Kerja jika
memang ada pengusaha yang memiliki kemampuan membayar THR, namun tidak melaksanakan
kewajibannya, bila perlu diberikan sanksi tegas," pungkas dia.
104

