Page 107 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 107

KEMNAKER DORONG BLK KOMUNITAS CETAK SDM SIAP KERJA

              MANGGARAI BARAT - Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas harus mampu mencetak tenaga kerja
              yang  siap  masuk  ke  pasar  kerja,  baik  di  dalam  maupun  luar  negeri.  Untuk  itu,  dalam
              pelaksanaannya,  BLK  Komunitas  harus  melibatkan  industri  lokal,  asosiasi  industri,  dan
              perusahaan penempatan tenaga kerja luar negeri sejak proses perencanaan pembangunan BLK,
              proses pelatihan, hingga pasca pelatihan.

              Hal  itu  di  sampaikan  Staf  Khusus  Menteri  Ketenagakerjaan,  Dita  Indah  Sari  dalam  acara
              Sosialisasi  BLK  Komunitas  Bidang  Wisata  dan  P3MI  Wilayah  Labuan  Bajo  di  Labuan  Bajo,
              Manggarai Barat, NTT, pada Selasa (6/4/2021).

              Dita  Indah  Sari  mencontohkan  dengan  BLK  Komunitas  yang  menggelar  pelatihan  sektor
              pariwisata.  Dalam  mengembangkan  SDM  sektor  pariwisata,  BLK  Komunitas  harus  menjalin
              komunikasi  dan  kerja  sama  dengan  asosiasi  industri  seperti  PHRI  (Perhimpunan  Hotel  dan
              Restoran  Indonesia),  agar  lulusan  BLK  Komunitas  benar-benar  memiliki  keterampilan  yang
              dibutuhkan oleh industri pariwisata setempat.

              "Kita harus bersinergi antara pegiat pariwisata dan para praktisi pariwisata, asosiasi pariwisata
              dalam hal ini PHRI serta dengan Pemerintah Daerah," katanya.

              Soal THR, Menaker Ida: Ini Kewajiban Pengusaha pada Pekerja Bantu Korban Banjir Bandang,
              Menaker Minta BLK Kirim Logistik untuk Pengungsi Selain asosiasi industri setempat, kata Dita,
              pengembangan BLK Komunitas bidang pariwisata ini juga dapat menjalin kerja sama dengan
              Perusahaan  Penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia  (P3MI).  Sehingga,  pelatihan  yang
              diselenggarakan tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal, namun juga luar negeri.

              Menurutnya, dalam sektor pariwisata, ada 20 keterampilan yang beririsan dengan keterampilan
              yang dibutuhkan oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI). Artinya, ketika BLK Komunitas mampu
              menjadi kerja sama dengan PHRI dan P3MI, maka lulusan pelatihan dapat  bekerja di dalam
              maupun luar negeri.

              "Asalkan ada job order dari luar negeri dan ada standar yang bisa disesuaikan," katanya.

              Menurut  Dita,  pelatihan  bidang  pariwisata  di  BLK  Komunitas  yang  dikerjasamakan  dengan
              asosiasi  industri  lokal  dan  P3MI  juga  memiliki  banyak  keuntungan.  Di  antaranya  adalah
              penguatan softskill atau attitude yang sesuai dengan industri lokal dan luar negeri.

              "Karena  kalau  punya  attitude  yang  baik  itu  gampang  dibentuk,  daripada  punya  skill  tapi
              attitudenya buruk, itu susah dibentuk," katanya.

              Keuntungan lainnya, BLK Komunitas dapat menjalin kerja sama pemagangan. Sehingga peserta
              pelatihan dapat melihat dan merasakan langsung industri yang akan digeluti.
              Selain itu, dengan jalinan kerja sama, BLK Komunitas juga akan lebih mandiri dalam menjalankan
              program pelatihan, meskipun tidak ada lagi anggran pelatihan dari pemerintah.

              "Kalau dia punya mitra, entah itu P3MI, PJTKI, hotel atau asosiasi, dia akan tetap operated
              meskipun tidak ada anggaran dari pemerintah, minimal dia bisa mandiri. Itu output yang kita
              harapkan dari kerja sama ini," ujarnya.

              Pakar  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI),  Reyna  Usman,  mengatakan  bahwa  program  BLK
              Komunitas tidak hanya sekedar membangun secara fisik, tapi juga bisa meningkatkan akses
              peningkatan  keterampilan  bagi  masyarakat.  "Kita  ingin  melakukan  percepatan  tidak  hanya
              kepada komunitas tetapi juga kepada pasar kerja yang ada di daerah masing-masing," katanya.



                                                           106
   102   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112