Page 112 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 112

DORONG BLK KOMUNITAS CETAK SDM SIAP KERJA, STAFSUS MENAKER TEKANKAN
              BEBERAPA HAL INI
              Staf Khusus (Stafsus) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Dita Indah Sari mengatakan, Balai
              Latihan Kerja ( BLK ) Komunitas harus bisa mencetak tenaga kerja yang siap kerja, baik di dalam
              maupun luar negeri.

              Untuk bisa melakukan hal itu, kata dia, BLK Komunitas harus melibatkan industri lokal, asosiasi
              industri,  dan  perusahaan  penempatan  tenaga  kerja  luar  negeri  sejak  proses  perencanaan
              pembangunan BLK, proses pelatihan, hingga pascapelatihan.

              Dita pun mencontohkan penerapannya lewat BLK Komunitas yang menggelar pelatihan di sektor
              pariwisata. Menurut dia, dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) di bidang ini, BLK
              Komunitas harus memperhatikan beberapa hal.

              "Harus  ada  komunikasi  dengan  asosiasi  industri  seperti  Perhimpunan  Hotel  dan  Restoran
              Indonesia  (PHRI).  Ini  agar  lulusan  BLK  Komunitas  benar-benar  memiliki  keterampilan  yang
              dibutuhkan industri pariwisata setempat," jelasnya.

              Selain itu, menurutnya, BLK Komunitas juga harus bisa bersinergi dengan para pegiat, praktisi,
              dan asosiasi pariwisata, atau dalam kasus ini adalah PHRI dan pemerintah daerah (pemda).

              Hal  tersebut  disampaikan  Dita  dalam  acara  Sosialisasi  BLK  Komunitas  Bidang  Wisata  dan
              Perusahaan  Penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia  (P3MI)  Wilayah  Labuan  Bajo,  Manggarai
              Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/4/2021).

              Selain asosiasi setempat, tambah Dita, pengembangan BLK Komunitas di bidang pariwisata juga
              harus memperhatikan kerja sama dengan P3MI.

              Dengan demikian, pelatihan yang diselenggarakan tidak hanya sesuai dengan kebutuhan pasar
              kerja lokal, tetapi juga pasar kerja luar negeri.

              Ia  menambahkan,  dalam  sektor  pariwisata,  ada  20  keterampilan  yang  beririsan  dengan
              keterampilan yang dibutuhkan pekerja migran Indonesia ( PMI ).

              Artinya, ketika BLK Komunitas mampu bermitra dengan PHRI dan P3MI, maka lulusan pelatihan
              akan bisa bekerja di dalam dan luar negeri.
              "Asalkan ada permintaan dari luar negeri dan ada standar yang bisa disesuaikan," kata dia seperti
              tertulis dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Rabu (7/4/2021).

              Dita menjelaskan, dengan menggandeng asosiasi industri lokal dan P3MI, BLK Komunitas bisa
              memiliki banyak keuntungan.

              Salah satunya adalah penguatan soft skill dan attitude yang sesuai dengan industri lokal dan luar
              negeri.

              "Karena kalau punya attitude yang baik itu akan mudah dibentuk. Namun, jika hanya skill tapi
              attitude buruk, itu susah dibentuk," tuturnya.

              Keuntungan lain yaitu BLK Komunitas bisa menjalin kerja sama pemagangan. Dengan begini,
              peserta pelatihan bisa melihat dan merasakan langsung industri yang akan digeluti.

              Di samping itu, BLK Komunitas juga bisa lebih mandiri dalam menjalankan program pelatihan,
              meskipun tidak lagi mendapat anggaran pelatihan dari pemerintah.




                                                           111
   107   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117