Page 110 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 110

dan  Direktur  Utama  Badan  Penyelenggara  Jaminan  Sosial  (BPJS)  Ketenagakerjaan,  Rabu
              (7/4/2021) di Jakarta.
              Menaker Ida mengatakan, pekerja yang menjadi peserta program JKP, lalu di kemudian hari
              terkena PHK, maka berhak mendapatkan tiga manfaat, yaitu uang tunai, akses informasi pasar
              kerja, dan mengikuti pelatihan kerja.

              "Manfaat bagi pekerja yang terPHK dalam program JKP adalah uang tunai yang rinciannya 45
              persen dari upah untuk tiga bulan pertama, dan 25 persen dari upah untuk tiga bulan berikutnya,
              dan ini diberikan paling lama enam bulan," katanya.

              Manfaat lainnya adalah akses informasi pasar kerja juga akan diberikan berupa layanan informasi
              pasar kerja dan atau bimbingan jabatan dan dilakukan oleh pengantar kerja atau petugas antar
              kerja.

              Manfaat ketiga, pelatihan kerja akan berbentuk pelatihan berbasis kompetensi yang dilakukan
              melalui lembaga pelatihan kerja milik pemerintah, swasta, dan perusahaan.

              Ada pun persyaratan peserta program JKP, kata Menaker, adalah WNI yang telah diikutsertakan
              dalam program jaminan sosial sesuai penahapan kepesertaan dalam Peraturan Presiden Nomor
              109 Tahun 2013, yaitu untuk usaha besar dan usaha menengah, diikutsertakan pada program
              Jaminan Kesehatan Nasoinal (JKN), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jamian Hari Tua (JHT),
              Jaminan Pensiun (JP) dan Jaminan Kematian (JKM), kemudian untuk usaha kecil dan mikro,
              diikutsertakan sekurang-kurangnya pada program JKN, JKK, JHT, dan JKM "Syarat lainnya adalah
              belum berusia 54 tahun, dan mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha baik kapasitasnya
              Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT),"
              kata Menaker.

              Sumber  pembiayaan  dari  JKP  yakni  iuran  Pemerintah  Pusat  sebesar  0,22  persen,  sumber
              pendanaan  rekomposisi  iuran  program  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  0,14  persen  dan  Jaminan
              Kematian 0,10 persen, Ketentuan dasar perhitungan upah adalah upah yang dilaporkan ke BPJS
              dengan batas upah sebesar Rp5 juta.

              Ida  juga  menjelaskan  terkait  penerima  program  JKP,  yang  telah  diatur,  yaitu  pekerja  yang
              mengalami PHK sesuai dengan UU Cipta Kerja (Pasal 154A UU No. 11 Tahun 2020), pekerja yang
              berkeinginan untuk bekerja kembali dan pekerja yang memiliki masa iuran paling sedikit 12 bulan
              dalam 24 bulan serta membayar iuran enam bulan berturut-turut sebelum terjadi PHK.

              Namun  hal  ini  tidak  berlaku  untuk  alasan  PHK  karena  mengundurkan  diri,  cacat  total  tetap,
              pensiun, dan meninggal dunia, Dalam kesempatan ini, Menaker Ida juga menjelaskan pihaknya
              terus  mematangkan  pelaksanaan  program  JKP  dengan  menyusun  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan (Permenaker) yang menjadi aturan turunan Peraturan Pemerintah Nomor 37
              Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

              "Dalam  persiapan  pelaksanaan  program  JKP,  Kemnaker  telah  menyusun  regulasi  berupa
              Permenaker,  kemudian  membangun  sistem  yang  mengintegrasikan  sistem  Sisnaker  dengan
              Sistem BPJS Ketenagakerjaan serta integrasi data kepesertaan dengan Kemenko PMK. Kita juga
              terus melakukan sosialiasasi kepada semua stakeholder terkait," katanya. CM (ars).











                                                           109
   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114   115