Page 129 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 129

"Untuk  laporan  pengusaha  yang  belum  membayarkan  THR  tahun  2020  itu  juga  sudah
              ditindaklanjuti oleh Pengawas Pusat dan Pengawas Provinsi," kata dia dalam keterangan tertulis
              di Jakarta, Senin (5/4).

              "Pada waktu itu lebih banyak soal pengaduan cara pembayaran THR, kemudian ada beberapa
              laporan tentang pengawasan penegakan hukumnya bagi pelaku usaha yang tidak memenuhi
              pembayaran THR tersebut. Semuanya sudah ditindaklanjuti," lanjut Menaker Ida.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan bahwa skema pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan tahun 2021 masih dibahas dengan melibatkan Dewan
              Pengupahan Nasional (Depenas) dan Tripartit Nasional (Tripnas).

              "Proses sekarang pembahasan di Tim Kerja Depenas dan Badan Pekerja Tripnas. Masukannya
              sudah  disusun  oleh  kedua  tim  kerja  tersebut,  baik  Depenas  maupun  Tripnas.  Nanti  akan
              disampaikan  melalui  rapat  pleno  Tripartit  Nasional,"  kata  Menaker  Ida  usai  menghadiri
              Musyawarah  Nasional  (Munas)  II  Federasi  Kesatuan  Serikat  Pekerja  Nasional  (FKSPN)  di
              Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/4).

              Menaker Ida menjelaskan, pembahasan THR dilakukan salah satunya oleh Tripartit Nasional.
              Lembaga ini melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh.

              "Tripartit  Nasional  ini  memberikan  saran  kepada  Menaker  untuk  mengambil  langkah-langkah
              terkait dengan THR," jelas Menaker Ida.

              Pembahasan THR pun dilakukan dengan melibatkan saran dan masukan dari Dewan Pengupahan
              Nasional, sehingga nanti diharapkan dapat menghasilkan keputusan terbaik.

              "Kami akan mendengarkan laporan dari Tim Kerja Depenas dan Badan Pekerja Tripartit Nasional.
              Setelah itu baru akan dikeluarkan ketentuan melalui Surat Edaran THR," kata Ida.
              Menaker Ida menambahkan, kondisi ekonomi saat ini memang belum pulih seperti sediakala
              sejak  terjadinya  pandemi  Covid-19.  Namun  begitu,  THR  tetaplah  merupakan  kewajiban
              pengusaha kepada pekerja/buruh yang harus ditunaikan.

              Untuk itu, Menaker Ida menegaskan bahwa pihaknya masih mendengarkan masukan berbagai
              pihak.

              "Tentu saja secara umum kami sampaikan bahwa THR itu adalah kewajiban pengusaha yang
              dibayarkan kepada pekerja. Ini adalah pendapatan nonupah yang biasanya diberikan pada saat-
              saat momentum Hari Raya Keagamaan," terangnya.

              [rhm].






















                                                           128
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134