Page 124 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 124

Menaker Ida mengatakan, pekerja yang menjadi peserta program JKP, lalu di kemudian hari
              terkena PHK, maka berhak mendapatkan tiga manfaat, yaitu uang tunai, akses informasi pasar
              kerja, dan mengikuti pelatihan kerja.

              "Manfaat bagi pekerja yang terPHK dalam program JKP adalah uang tunai yang rinciannya 45
              persen dari upah untuk 3 bulan pertama, dan 25 persen dari upah untuk 3 bulan berikutnya, dan
              ini diberikan paling lama 6 bulan," kata Menaker Ida.

              Manfaat lainnya adalah akses informasi pasar kerja juga akan diberikan berupa layanan informasi
              pasar kerja dan atau bimbingan jabatan dan dilakukan oleh pengantar kerja atau petugas antar
              kerja.

              Manfaat ketiga, pelatihan kerja akan berbentuk pelatihan berbasis kompetensi yang dilakukan
              melalui lembaga pelatihan kerja milik pemerintah, swasta, dan perusahaan.

              Adapun  persyaratan  peserta  program  JKP,  kata  Menaker  Ida  adalah  WNI  yang  telah
              diikutsertakan dalam program jaminan sosial sesuai penahapan kepesertaan dalam Peraturan
              Presiden Nomor 109 tahun 2013, yaitu untuk usaha besar dan usaha menegah, diikutsertakan
              pada program JKN, JKK, JHT, JP dan JKM, kemudian untuk usaha kecil dan mikro, diikutsertakan
              sekurang-kurangnya pada program JKN, JKK, JHT, dan JKM "Syarat lainnya adalah belum berusia
              54 tahun, dan mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha baik kapasitasnya Perjanjian Kerja
              Waktu Tertentu (PKWT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)," kata Ida Adapun
              sumber  pembiayaan  dari  JKP  yakni  iuran  pemerintah  pusat  sebesar  0,22  persen,  sumber
              pendanaan  rekomposisi  iuran  program  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  0,14  persen  dan  Jaminan
              Kematian 0,10 persen, Ketentuan dasar perhitungan upah adalah upah yg dilaporkan ke BPJS
              dengan batas upah sebesar 5 juta rupiah.

              Ida juga menjelaskan terkait penerima program JKP, yang diatur yaitu pekerja yang mengalami
              PHK  sesuai  dengan  UU  Cipta  Kerja  (Pasal  154A  UU  No.  11  Tahun  2020),  pekerja  yang
              berkeinginan untuk bekerja kembali dan pekerja yang memiliki masa iur paling sedikit 12 bulan
              dalam 24 bulan serta membayar iuran 6 bulan berturut-turut sebelum terjadi PHK.
              Namun  hal  ini  tidak  berlaku  untuk  alasan  PHK  karena  mengundurkan  diri,  cacat  total  tetap,
              pensiun, dan meninggal dunia, Dalam kesempatan ini, Menaker Ida juga menjelaskan pihaknya
              terus  mematangkan  pelaksanaan  program  JKP  dengan  menyusun  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan (Permenaker) yang menjadi aturan turunan Peraturan Pemerintah nomor 37
              tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan.

              "Dalam  persiapan  pelaksanaan  program  JKP,  Kemnaker  telah  menyusun  regulasi  berupa
              Permenaker,  kemudian  membangun  sistem  yang  mengintegrasikan  sistem  Sisnaker  dengan
              Sistem BPJS Ketenagakerjaan serta integrasi data kepesertaan dengan Kemenko PMK. Kita juga
              terus melakukan sosialiasasi kepada semua stakeholder terkait," kata Menaker Ida.




















                                                           123
   119   120   121   122   123   124   125   126   127   128   129