Page 133 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 133

BEBAN PEKERJA PEREMPUAN MAKIN BERTAMBAH DI MASA PANDEMI

              JAKARTA, - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan pandemi Covid-19
              membawa  tambahan  beban  tersendiri  bagi  pekerja  perempuan.  Sebab,  adanya  pandemi
              memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya
              beban pengurusan rumah tangga akibat work from home dan school from home.

              "Sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat seperti yang ditemukan
              dalam studi tingkat global," ungkap Menaker disela virtual Women Lead Forum 2021, Rabu (7/4).

              Dalam hal kepemimpinan perempuan, Menaker menyatakan bahwa ini masih menjadi masalah
              yang perlu diselesaikan bersama. Ia mencontohkan, dari 4,1 juta Aparatur Sipil Negara (ASN),
              52%-nya  adalah  perempuan,  namun  perempuan  yang  menduduki  jabatan  struktural  relatif
              sedikit. Di jabatan tinggi madya, hanya ada 96 orang perempuan, jauh lebih sedikit dari laki-laki
              yang berjumlah 483 orang.

              Menurut  Menaker,  hambatan  yang  dihadapi  pekerja  perempuan  ini  disebabkan  oleh  beban
              ganda,  seksisme,  dan  stereotip  dalam  masyarakat,  diskriminasi  berbasis  gender,  hingga
              pelecehan  seksual.  Hambatan  ini  tidak  hanya  berdampak  pada  mereka  secara  individu  dan
              keluarganya.

              "Tetapi  juga  pada  potensi  ekonomi  negara  dan  Indeks  Kesetaraan  Gender  Indonesia  dalam
              peringkat dunia," ujar Menaker.

              Menyikapi  berbagai  hambatan  yang  dihadapi  pekerja  perempuan  ini,  Menaker  mengatakan
              Kementerian  Ketenagakerjaan  berkomitmen  untuk  terus  melakukan  gerakan  nasional  non-
              diskriminasi di tempat kerja.

              "Dengan  komitmen  ini, diharapkan  akan  dapat menghentikan  praktik-praktik  ketidaksetaraan
              dan diskriminasi di tempat kerja," harapnya.

              Deputy  Head  of  Mission  dari  Kedutaan  Besar  Australia  HE  Allaster  Cox  mengatakan.
              kepemimpinan  perempuan  merupakan  salah  satu  pendorong  utama  kesetaraan  gender  dan
              memiliki pengaruh yang signifikan dalam upaya pemulihan ekonomi suatu negara.

              "Untuk  itu,  Australia  merasa  bangga  bisa  bergandengan  tangan  dengan  Indonesia  dalam
              perjalanan  memperkuat  keterwakilan  perempuan  dalam  kepemimpinan,  dan  mencapai
              kesetaraan gender yang lebih baik di tempat kerja," ujar Cox.
              Pemimpin Redaksi Magdalene, Devi Asmarani mengatakan, hambatan-hambatan yang dihadapi
              pekerja perempuan telah membatasi kesempatan mereka dalam memaksimalkan potensinya.
              Kendati sudah ada kebijakan-kebijakan yang mendukung pekerja perempuan, dalam realitasnya
              implementasi kebijakan tersebut belum optimal.
              Devi  menambahkan  perusahaan  memiliki  andil besar  untuk  mengubah situasi  ini.  Karena  itu
              Women  Lead  Forum  2021,  bertujuan  untuk  menyatukan  para  pembuat  kebijakan  di
              pemerintahan,  lembaga  legislasi,  maupun  di  perusahaan  untuk  berbagi  pengetahuan  dan
              pengalaman mereka.

              "Agar ada pembelajaran dan tercipta sinergi yang kuat untuk mencapai kesetaraan gender di
              tempat kerja," ujar Devi.

              Sementara  itu,  Executive  Director  IBCWE  Maya  Juwita  mengatakan  banyak  riset  yang
              menunjukkan  adanya  korelasi  positif  antara  keragaman  gender  dan  performa  bisnis.  Salah
              satunya adalah studi Organisasi Buruh Indonesia (ILO) pada 2020 yang menunjukkan bahwa



                                                           132
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138