Page 138 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 138

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan bahwa skema pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan tahun 2021 masih dibahas dengan melibatkan Dewan
              Pengupahan Nasional (Depenas) dan Tripartit Nasional (Tripnas).

              "Proses sekarang pembahasan di Tim Kerja Depenas dan Badan Pekerja Tripnas. Masukannya
              sudah  disusun  oleh  kedua  tim  kerja  tersebut,  baik  Depenas  maupun  Tripnas.  Nanti  akan
              disampaikan  melalui  rapat  pleno  Tripartit  Nasional,"  kata  Menaker  Ida  usai  menghadiri
              Musyawarah  Nasional  (Munas)  II  Federasi  Kesatuan  Serikat  Pekerja  Nasional  (FKSPN)  di
              Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/4/2021).

              Menaker Ida menjelaskan, pembahasan THR dilakukan salah satunya oleh Tripartit Nasional.
              Lembaga ini melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh.

              "Tripartit  Nasional  ini  memberikan  saran  kepada  Menaker  untuk  mengambil  langkah-langkah
              terkait dengan THR," jelas Menaker Ida.

              Pembahasan THR pun dilakukan dengan melibatkan saran dan masukan dari Dewan Pengupahan
              Nasional, sehingga nanti diharapkan dapat menghasilkan keputusan terbaik.

              "Kami akan mendengarkan laporan dari Tim Kerja Depenas dan Badan Pekerja Tripartit Nasional.
              Setelah itu baru akan dikeluarkan ketentuan melalui Surat Edaran THR," kata Ida.

              Menaker Ida menambahkan, kondisi ekonomi saat ini memang belum pulih seperti sediakala
              sejak  terjadinya  pandemi  COVID-19.  Namun  begitu,  THR  tetaplah  merupakan  kewajiban
              pengusaha kepada pekerja/buruh yang harus ditunaikan.

              Untuk itu, Menaker Ida menegaskan bahwa pihaknya masih mendengarkan masukan berbagai
              pihak. "Tentu saja secara umum kami sampaikan bahwa THR itu adalah kewajiban pengusaha
              yang dibayarkan kepada pekerja. Ini adalah pendapatan nonupah yang biasanya diberikan pada
              saat-saat momentum Hari Raya Keagamaan," terangnya.

              Menteri  Koordinator  Bidang  Perekonomian  Airlangga  Hartarto  meminta komitmen  pengusaha
              menjelang Hari Raya Lebaran untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh alias
              tidak dicicil.

              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pun angka bicara terkait hal ini. Sekretaris Jenderal
              (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi mengungkapkan apa yang
              menjadi  keinginan  Menko  Airlangga  akan  tetap  diperhatikan  dalam  menyiapkan  aturan  THR
              Lebaran 2021 ini.

              "Tentunya apa yang disampaikan Pak Menko (terkait THR) menjadi bahan pertimbangan kami,"
              kata dia kepada dikutip Senin (5/4/2021).

              Sebagai informasi, saat ini pemerintah memang tengah mematangkan aturan Tunjangan Hari
              Raya  (THR)  2021.  Anwar  Sanusi  memastikan,  dalam  menyusunan  aturan  THR  tersebut,
              pemerintah melibatkan unsur pengusaha dan pekerja.

              "Kita sedang mematangkan pilihan kebijakan yang akan diambil dengan mengkomunikasikan
              dengan pihak-pihak pengusaha dan pekerja," kata dia.

              Menurut Anwar, aturan terkait THR bagi pegawai swasta ini diharapkan terbit sebelum memasuki
              bulan  suci  Ramadan.  Dengan  demikian,  pengusaha  bisa  mempersiapkan  THR  bagi  para
              pekerjanya dengan lebih baik.

              "Kita harapkan sebelum puasa (Ramadan) sudah bisa kita terbitkan (aturan THR)," tutup dia.


                                                           137
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143