Page 140 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 140
“Bagi perempuan, adanya pandemi memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya
pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya beban pengurusan rumah tangga akibat work from
home (WFH), dan school from home. Sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan
meningkat seperti yang ditemukan dalam studi tingkat global," ujarnya saat acara Women Lead
Forum 2021, yang digelar oleh Magdalene.co dan Indonesia Business Coalition for Women
Empowerment (IBCWE), Rabu 7 April 2021.
Dalam hal kepemimpinan perempuan, Ida menyatakan, ini masih menjadi masalah yang perlu
diselesaikan bersama. Ia mencontohkan, dari 4,1 juta Aparatur Sipil Negara (ASN), 52 persennya
adalah perempuan, namun perempuan yang menduduki jabatan struktural relatif sedikit.
Sedangkan pada jabatan tinggi madya, hanya ada 96 orang perempuan, jauh lebih sedikit dari
laki-laki yang berjumlah 483 orang.
"Hambatan (yang dihadapi pekerja perempuan) ini disebabkan oleh beban ganda, seksisme, dan
stereotip dalam masyarakat, diskriminasi berbasis gender, hingga pelecehan seksual. Hambatan
ini tidak hanya berdampak pada mereka secara individu dan keluarganya, tetapi juga pada
potensi ekonomi negara dan Indeks Kesetaraan Gender Indonesia dalam peringkat dunia," tutur
dia.
Menyikapi berbagai hambatan yang dihadapi pekerja perempuan ini, Ida mengatakan,
Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus melakukan gerakan nasional non-
diskriminasi di tempat kerja. Dengan komitmen ini, diharapkan akan dapat menghentikan
praktik-praktik ketidaksetaraan dan diskriminasi di tempat kerja.
Dalam pidato pembukaan Women Lead Forum 2021, Deputy Head of Mission dari Kedutaan
Besar Australia, H. E. Allaster Cox, menyatakan kepemimpinan perempuan merupakan salah satu
pendorong utama kesetaraan gender dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam upaya
pemulihan ekonomi suatu negara.
"Untuk itu, Australia merasa bangga bisa bergandengan tangan dengan Indonesia dalam
perjalanan memperkuat keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan, dan mencapai
kesetaraan gender yang lebih baik di tempat kerja," kata dia.
Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Magdalene, Devi Asmarani mengatakan, hambatan-hambatan
yang dihadapi pekerja perempuan telah membatasi kesempatan mereka dalam memaksimalkan
potensinya. Kendati sudah ada kebijakan-kebijakan yang mendukung pekerja perempuan, dalam
realitasnya implementasi kebijakan tersebut belum optimal.
"Perusahaan memiliki andil besar untuk mengubah situasi ini. Karena itu Women Lead Forum
2021 ini kami tujukan untuk menyatukan para pembuat kebijakan di pemerintahan, lembaga
legislasi, maupun di perusahaan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka, agar ada
pembelajaran dan tercipta sinergi yang kuat untuk mencapai kesetaraan gender di tempat kerja,"
kata Devi.
Sementara itu, Executive Director IBCWE, Maya Juwita mengatakan, banyak riset yang
menunjukkan adanya korelasi positif antara keragaman gender dan performa bisnis. Salah
satunya adalah studi Organisasi Buruh Indonesia (ILO) pada 2020 yang menunjukkan bahwa 77
persen dari 416 perusahaan yang disurvei setuju bahwa keragaman gender meningkatkan
kinerja bisnis mereka.
"Maka sudah saatnya perusahaan menerapkan budaya inklusif gender. Acara WLF memberikan
kesempatan bagi pekerja perempuan dan juga pelaku bisnis untuk berbagi harapan dan best
practices dalam penerapan budaya inklusif gender di tempat kerja," tutur Maya Juwita.
139

