Page 139 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 139
Judul Miris, Wanita Masih Alami Ketidaksetaraan Gender di Tempat Kerja
Nama Media viva.co.id
Newstrend Kesetaraan Gender di Tempat Kerja
Halaman/URL https://www.viva.co.id/gaya-hidup/1362568-miris-wanita-masih-alami-
ketidaksetaraan-gender-di-tempat-kerja
Jurnalis Rochimawati
Tanggal 2021-04-07 18:22:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Bagi perempuan, adanya pandemi
memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya
beban pengurusan rumah tangga akibat work from home (WFH), dan school from home.
Sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat seperti yang ditemukan
dalam studi tingkat global
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Hambatan (yang dihadapi pekerja perempuan)
ini disebabkan oleh beban ganda, seksisme, dan stereotip dalam masyarakat, diskriminasi
berbasis gender, hingga pelecehan seksual. Hambatan ini tidak hanya berdampak pada mereka
secara individu dan keluarganya, tetapi juga pada potensi ekonomi negara dan Indeks
Kesetaraan Gender Indonesia dalam peringkat dunia
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah, memaparkan berbagai kondisi
ketimpangan gender yang masih ditemukan di kalangan pekerja Indonesia. Dimulai dari
ketimpangan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), kesenjangan upah, hingga perlakuan
diskriminatif berbasis gender. Ida juga menyoroti bagaimana pandemi COVID-19 membawa
tambahan beban tersendiri, khususnya bagi pekerja perempuan.
MIRIS, WANITA MASIH ALAMI KETIDAKSETARAAN GENDER DI TEMPAT KERJA
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah, memaparkan berbagai kondisi
ketimpangan gender yang masih ditemukan di kalangan pekerja Indonesia. Dimulai dari
ketimpangan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), kesenjangan upah, hingga perlakuan
diskriminatif berbasis gender.
Ida juga menyoroti bagaimana pandemi COVID-19 membawa tambahan beban tersendiri,
khususnya bagi pekerja perempuan.
138

