Page 13 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 13

ADA 'KADO' DARI JOKOWI BUAT YANG KENA PHK, CEK DI SINI

              Pemerintah telah menerbitkan aturan terkait program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan
              sudah resmi berlaku per 2 Februari 2021 lalu. Dengan begitu, nantinya para korban PHK bisa
              mendapat 'gaji' selama 6 bulan, pelatihan kerja, hingga akses informasi lapangan kerja.

              Namun,  untuk  pelaksanaannya  masih  menunggu  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan
              (Permenaker) yang kini tengah digodok di internal pemerintah.

              Adapun  untuk  manfaat  'gaji'  yang  bakal  diterima  pada  korban  PHK,  menurut  Menteri
              Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, besarannya mencapai 45% dari gaji korban PHK tersebut selama
              3 bulan pertama. Lalu, 3 bulan berikutnya sebesar 25% dari upah.

              "Uang tunai 45% dari upah untuk 3 bulan pertama, 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya,
              dan ini diberikan paling lama 6 bulan," ujar Ida dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI dan
              Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (7/4/2021).

              Namun, karena sumber pendanaan program ini salah satunya berasal dari pemerintah pusat,
              maka ada batas atas upah sebesar Rp 5 juta. Untuk korban PHK dengan gaji di atas Rp 5 juta
              tetap bisa menerima manfaat yang sama  namun perhitungan besaran gaji yang diterimanya
              sebagai peserta JKN adalah 45% dari Rp 5 juta di 3 bulan pertama atau sekitar Rp 2,25 juta dan
              25% dari Rp 5 juta di 3 bulan berikutnya atau sekitar Rp 1,25 juta.

              Bagaimana dengan para korban PHK yang gajinya di bawah Rp 5 juta? Perhitungannya tetap
              sama disesuaikan dengan upah yang diterimanya saat bekerja dulu.

              Misal, upah peserta JKP sebelum kena PHK adalah sebesar Rp 3 juta, maka kemungkinan ia bisa
              mendapat gaji sebesar Rp 1,35 juta selama 3 bulan pertama. Lalu, sebesar Rp 750 ribu di 3
              bulan selanjutnya. Selain gaji, peserta JKP juga bisa mendapat manfaat lain yaitu akses informasi
              pasar kerja dan pelatihan kerja.

              "Kemudian peserta berhak mendapatkan akses informasi pasar kerja, layanan informasi pasar
              kerja dan/atau bimbingan jabatan, dilakukan oleh pengantar kerja atau petugas antar kerja,"
              ungkapnya.

              "Peserta  juga  berhak  mendapatkan  pelatihan  kerja  berbasis  kompetensi,  dilakukan  melalui
              lembaga pelatihan kerja milik pemerintah, swasta atau perusahaan," tambahnya. Sementara itu
              untuk sumber pembiayaan program ini salah satunya berasal dari pemerintah pusat.
              "Ada peran pemerintah, ada iuran pemerintah sebesar 0,22%, jadi di sini ada tanggung jawab
              pemerintah pusat, meskipun peserta itu dari berbagai daerah maka tetap saja iuran itu yang
              membayar adalah pemerintah pusat," katanya.

              Selain  itu,  sumber  pembiayaan  dari  program  ini  juga  berasal  dari  iuran  peserta  itu  sendiri
              sebelum di PHK dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan program Jaminan Kematian
              (JKM).

              "Rekomposisi iuran program JKK sebesar 0,14%, JKM sebesar 0,10%," imbuhnya.

              Sedangkan, untuk dasar perhitungannya adalah berdasarkan upah yang dilaporkan perusahaan
              kepada BPJS dengan batas upah sebesar Rp 5 juta.
              "Ini untuk memberikan kepastian untuk pemerintah karena pemerintah memiliki kewajiban untuk
              mengiur," tuturnya.




                                                           12
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18