Page 16 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 16
Oleh karena itu, lanjutnya, BP2MI akan mencari tahu lebih lanjut apakah di negara-negara Timur
Tengah itu masih ada oknum yang menerima penempatan PMI secara ilegal.
Penyergapan itu, kata Mucharom, adalah bentuk pencegahan agar jangan lagi ada PMI yang
kurang mendapat perlindungan dari negara.
"Kita tahu di negara Timur Tengah juga masih belum memiliki hukum yang berpihak melindungi
pekerja migran kita," ujarnya.
Untuk selanjutnya, BP2MI akan menyelidiki sejumlah penyalur calon PMI yang diamankan tadi,
guna memberantas sindikat pemberangkatan ilegal PMI ke luar negeri.
"Kami menginformasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk mari bersama-sama
membantu, karena (perbuatan penyalur PMI ilegal) ini bagian dari upaya mengeksploitasi anak-
anak bangsa," kata Mucharom.
Puluhan juta BP2MI berhasil menggali keterangan dari salah seorang calon PMI bahwa dari satu
orang PMI saja, mereka dieksploitasi sampai dengan Rp60-80 juta.
"Itu per satu orang (yang dieksploitasi) dari pengguna di luar negeri sana. Karena itu ini sudah
masuk ke Tindak Pidana Perdagangan Orang, karena itu BP2MI tidak segan-segan, setelah ini
akan kami lakukan proses hukum guna menjerat yang bersangkutan," kata Mucharom.
Pantauan di lokasi, selain mengamankan sejumlah calon PMI wanita, BP2MI juga membawa
serta empat orang laki-laki, diduga pekerja dari pihak penyalur yang ditugaskan menjaga calon-
calon PMI tersebut tetap di apartemen mereka.
Mereka digiring dari kamar menuju tujuh unit mobil milik BP2MI yang telah terparkir di area Mall
of Indonesia. Mucharom mengatakan dari pengakuan mereka, sejauh ini, keempat orang
tersebut belum mengaku berasal dari perusahaan penyalur tertentu.
"Tapi bisa jadi oleh PT atau PJTKI, tapi bisa juga dilakukan oleh perorangan, karena itu butuh
pendalaman. Mereka di sini sudah lebih dari satu minggu, bahkan ada yang akan diberangkatkan
nanti malam. Kami segera langsung bergerak cepat melakukan pencegahan sebelum mereka
betul-betul menjadi korban eksploitasi di negara-negara sana," kata Mucharom.
Selama ini calon PMI tersebut mengaku kepada petugas BP2MI telah diperlakukan dengan layak.
Mereka juga tidak mengetahui penyaluran itu ilegal karena masing-masing calon PMI
diberangkatkan oleh calo atau sponsor di masing-masing desanya.
"Jadi calo mereka berbeda, 26 orang ini mungkin satu sama lain tidak saling mengenal. Nah ini
modusnya dari pelaku TPPO ini," kata Mucharom.
15

