Page 21 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 21
Ringkasan
Pandemi virus Corona (Covid-19) diakui menambah beban tambahan bagi perempuan. Mulai dari
diberlakukannya work from home (WFH) dan school from home, sehingga mengharuskan
mengurus semua pekerjaan dalam satu hari penuh. "Bagi perempuan, adanya pandemi
memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya
beban pengurusan rumah tangga akibat work from home, school from home, sehingga
kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat seperti yang ditemukan dalam studi
tingkat global," kata Ida Fauziyah, Rabu (7/4/2021).
MENAKER AKUI PANDEMI BERI BEBAN TAMBAHAN PEREMPUAN DI RUMAH
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) diakui menambah beban tambahan bagi
perempuan. Mulai dari diberlakukannya work from home (WFH) dan school from home, sehingga
mengharuskan mengurus semua pekerjaan dalam satu hari penuh.
"Bagi perempuan, adanya pandemi memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya
pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya beban pengurusan rumah tangga akibat work from
home, school from home, sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat
seperti yang ditemukan dalam studi tingkat global," kata Ida Fauziyah, Rabu (7/4/2021).
Di jabatan tinggi madya, hanya ada 96 orang perempuan, jauh lebih sedikit dari laki-laki yang
berjumlah 483 orang. "Hambatan yang dihadapi pekerja perempuan ini disebabkan oleh beban
ganda, seksisme, dan stereotip dalam masyarakat, diskriminasi berbasis gender, hingga
pelecehan seksual," ungkap Ida.
"Hambatan ini tidak hanya berdampak pada mereka secara individu dan keluarganya, tetapi juga
pada potensi ekonomi negara dan Indeks Kesetaraan Gender Indonesia dalam peringkat dunia,"
tambahnya.
Menyikapi berbagai hambatan yang dihadapi pekerja perempuan ini, menteri kelahiran 17 Juli
1969 ini mengatakan, Kemenaker berkomitmen terus melakukan gerakan nasional non-
diskriminasi di tempat kerja. "Dengan komitmen ini, diharapkan akan dapat menghentikan
praktik-praktik ketidaksetaraan dan diskriminasi di tempat kerja," tegasnya.
Deputy Head of Mission dari Kedutaan Besar Australia, H. E. Allaster Cox, dalam pidato
pembukaan Women Lead Forum 2021, menyatakan, kepemimpinan perempuan merupakan
salah satu pendorong utama kesetaraan gender dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam
upaya pemulihan ekonomi suatu negara.
"Untuk itu, Australia merasa bangga bisa bergandengan tangan dengan Indonesia dalam
perjalanan memperkuat keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan, dan mencapai
kesetaraan gender yang lebih baik di tempat kerja," ujar Mr Cox.
Pemimpin Redaksi Magdalene, Devi Asmarani mengungkapkan, hambatan yang dihadapi pekerja
perempuan telah membatasi kesempatan mereka dalam memaksimalkan potensinya. Kendati
sudah ada kebijakan-kebijakan yang mendukung pekerja perempuan, dalam realitasnya
implementasi kebijakan tersebut belum optimal, ujarnya.
"Perusahaan memiliki andil besar untuk mengubah situasi ini. Karena itu Women Lead Forum
2021 ini kami tujukan untuk menyatukan para pembuat kebijakan di pemerintahan, lembaga
legislasi, maupun di perusahaan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka, agar ada
pembelajaran dan tercipta sinergi yang kuat untuk mencapai kesetaraan gender di tempat kerja,"
ujar Devi.
20

