Page 26 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 26
Judul Jokowi Dorong Swasta Bayar THR
Nama Media Warta Kota
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL Pg8
Jurnalis Kompas.com
Tanggal 2021-04-08 06:08:00
Ukuran 111x104mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 14.985.000
News Value Rp 44.955.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Tadjuddin Noer Effendi (Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada) Ini
bisa meningkatkan daya beli masyarakat jelang lebaran. Kalau kita dalam keadaan krisis
ekonomi, perbanyaklah uang berputar di level bawah. Dengan demikian akan terjadi perputaran
uang
neutral - Tadjuddin Noer Effendi (Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada)
Kalau menjelang lebaran buruh tidak terima THR, mereka protes kemudian demo, produksi
perusahaan juga menurun. Perusahaan sudah dibantu pemerintah, sekarang bantu kaiyawannya
neutral - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia) Tadi
disampaikan bahwa sudah waktunya pihak swasta untuk memberikan THR karena berbagai
kegiatan sudah diberikan
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia) Salah satu
untuk mendorong konsumsi menjelang lebaran adalah pemberian THR kepada karyawan
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia) Pembayaran
THR, estimasi daripada anggaran yang bisa masuk ke pasar adalah 215 triliun (rupiah)
positive - Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia) Sembako
Juni dicairkan awal Mei, jadi dipercepat
Ringkasan
Presiden Joko Widodo mendorong agar pihak swasta segera memberikan tunjangan hari raya
(THR) ke karyawan. Hal ini Jokowi sampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara,
Jakarta, Rabu (7/4). Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjuddin
Noer Effendi menilai pembayaran THR bagi karyawan bisa menciptakan dampak lanjutan
(multiplier effect) kepada perekonomian. Pembayaran THR itu dapat menjadi stimulus untuk
menggerakkan roda perekonomian di kalangan menengah ke bawah, khususnya para pedagang
kecil.
25

