Page 30 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 30

berjumlah 26 orang PMI yang mayoritas berasal dari Nusa Tenggara Barat. Dari hasil wawancara
              singkat tadi, mereka mengaku akan diberangkatkan ke negara-negara Timur Tengah seperti
              Bahrain, Arab Saudi, Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), dan beberapa negara Timur Tengah lain,"
              ujar Mucharom saat ditemui wartawan, di lokasi.



              BP2MI CEGAH 26 CALON TKW ILEGAL DI KELAPA GADING

              JAKARTA -- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencegah 26 orang tenaga
              kerja wanita (TKW) ilegal asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ke luar negeri, Rabu (7/4) malam.
              Kepala Unit Pelayanan Teknis BP2MI Provinsi DKI Jakarta Mucharom Ashadi mengatakan 26
              orang  calon  pekerja  migran  Indonesia  (PMI)  tersebut  ditangkap  di  lokasi  penampungan
              sementara mereka, dalam apartemen kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

              "Setelah kami kumpulkan, semua berjumlah 26 orang PMI yang mayoritas berasal dari Nusa
              Tenggara Barat. Dari hasil wawancara singkat tadi, mereka mengaku akan diberangkatkan ke
              negara-negara Timur Tengah seperti Bahrain, Arab Saudi, Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), dan
              beberapa negara Timur Tengah lain," ujar Mucharom saat ditemui wartawan, di lokasi.

              Mucharom mengatakan calon PMI tersebut disergap petugas setelah mendapat informasi dari
              masyarakat bahwasanya ada sekumpulan orang di salah satu apartemen di Jakarta Utara.Setelah
              dilakukan  pendalaman,  ternyata  benar  calon  PMI  tersebut  dikumpulkan  dalam  tiga  kamar
              apartemen yang kapasitasnya masing-masing maksimal bisa diisi lima orang.

              "Ternyata  ditemukan  ada  di  salah  satu  kamar  sembilan  orang  (calon)  PMI,  di  kamar  yang
              berbeda  ditemukan  10  (calon)  PMI.  Total  tiga  kamar  semuanya  berisi  (calon)  PMI,"  kata
              Mucharom.

              Menurut Mucharom, sejak keluarnya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Nomor 250
              Tahun 2015, penempatan PMI untuk negara Timur Tengah sebagai pekerja domestik atau rumah
              tangga masih ada moratorium atau dengan kata lain, dilarang.

              "Terkait  dengan  itu,  ini  kami  sinyalir  bahwasanya  mereka  akan  dilakukan  upaya  tindak
              perdagangan orang. Mereka dimobilisasi oleh orang yang nanti kita akan kejar ini pelakunya.
              Kami bersinergi dengan teman-teman dari kepolisian, untuk mengejar siapa pelaku penempatan
              di luar prosedur ini," kata Mucharom.

              Dugaan itu bukan tanpa alasan, Mucharom menjelaskan bahwa di masa pandemi seperti saat ini
              masih banyak negara-negara penempatan PMI yang sedang menutup diri (dari kunjungan PMI)
              karena di negara tersebut juga mengalami masa pandemi. Oleh karena itu, lanjutnya, BP2MI
              akan mencari tahu lebih lanjut apakah di negara-negara Timur Tengah itu masih ada oknum
              yang menerima penempatan PMI secara ilegal.

              Penyergapan itu, kata Mucharom, adalah bentuk pencegahan agar jangan lagi ada PMI yang
              kurang mendapat perlindungan dari negara."Kita tahu di negara Timur Tengah juga masih belum
              memiliki hukum yang berpihak melindungi pekerja migran kita," ujarnya.

              Untuk selanjutnya, BP2MI akan menyelidiki sejumlah penyalur calon PMI yang diamankan tadi,
              guna memberantas sindikat pemberangkatan ilegal PMI ke luar negeri."Kami menginformasikan
              kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk mari bersama-sama membantu, karena (perbuatan
              penyalur PMI ilegal) ini bagian dari upaya mengeksploitasi anak-anak bangsa," kata Mucharom.






                                                           29
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35