Page 35 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 35
BANYAK STIMULUS, HARUS BAYAR THR
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan dunia usaha untuk
membayar tunjangan hari raya (THR) kepada para pekerja menjelang Idulfitri tahun ini. Sebab,
pemerintah sudah memberikan banyak stimulus untuk meringankan beban usaha selama
pandemi Covid-19.
"Salah satu cara untuk mendorong konsumsi menjelang Lebaran adalah pemberian THR bagi
karyawan," kata Airlangga Hartarto seusai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta,
Rabu (7/4/2021) dikutip dari Antara.
Pemberian THR, ujar Airlangga, menjadi salah satu mesin penggerak konsumsi masyarakat.
Dengan THR, diperkirakan akan terdapat tambahan dana beredar ke pasar sebesar Rp 215
triliun.
Airlangga menjelaskan, selama setahun terakhir, pemerintah sudah jorjoran memberikan
stimulus terhadap dunia usaha. Seperti insentif pengurangan Pajak Penjualan atas Barang
Mewah (PPnBM) pada awal tahun ini. Dengan stimulus PPnBM, ujar dia, penjualan kendaraan
bermotor pada Maret 2021 naik hingga 143 persen.
Pemerintah juga telah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembelian properti,
yang mengakibatkan penjualan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) naik 10
persen, penjualan rumah untuk masyarakat menengah naik 20 persen, dan untuk masyarakat
berpenghasilan tinggi naik 10 persen.
"Pemerintah mendorong agar perusahaan-perusahaan itu bisa membayar THR karena
pemerintah sudah memberikan fasilitas," ujar Airlangga.
Pembayaran IUR menjadi salah satu harapan pemerintah dalam mendongkrak pemulihan
ekonomi, selain kebijakan lain seperti penyaluran bansos, dan pemberian subsidi belanja daring.
Pemerintah menilai konsumsi masyarakat harus terus ditingkatkan, sembari bekerja keras dalam
menurunkan tingkat penularan Covid-19.
"Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa kita harus menjaga momentum pertumbuhan.
Namun, pertumbuhan ekonomi dan penanganan pandemi harus berjalan seiring," ujar Airlangga.
Dampak lanjutan
Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjuddin Noer Effendi menilai
pembayaran THR bisa menciptakan dampak lanjutan (multiplier effect) terhadap perekonomian
Pembayaran THR dapat menjadi stimulus untuk menggerakkan roda perekonomian di kalangan
menengah ke bawah, khususnya pedagang kecil. "Ini bisa meningkatkan daya beli menjelang
Lebaran. Kalau kita dalam keadaan krisis ekonomi, perbanyaklah uang berputar di level bawah.
Dengan demildan akan terjadi perputaran uang," ujarnya.
Ia khawatirkan, jika THR tidak dibayar penuh kepada karyawan, maka akan menimbulkan
gelombang protes dari kalangan buruh. Kondisi itu dapat berpengaruh terhadap daya beli
masyarakat yang semakin rendah dan menurunnya produksi.
"Kalau menjelang Lebaran buruh tidak menerima THR, mereka protes kemudian demo, produksi
perusahaan juga menurun. Perusahaan sudah dibantu pemerintah, sekarang bantu
karyawannya," ujarnya. (Kismi Dwi Astuti)
34

