Page 18 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 18
PEMBAYARAN THR BISA CIPTAKAN MULTIPLIER EFFECT KE EKONOMI
Jakarta - Pengamat Ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjuddin Noer
Effendi menilai pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan bisa menciptakan
dampak lanjutan (multiplier effect) kepada perekonomian. Tadjuddin dalam pernyataan di
Jakarta, Rabu, mengatakan pembayaran THR itu dapat menjadi stimulus untuk menggerakkan
roda perekonomian di kalangan menengah ke bawah, khususnya para pedagang kecil.
"Ini bisa meningkatkan daya beli masyarakat jelang lebaran. Kalau kita dalam keadaan krisis
ekonomi, perbanyaklah uang berputar di level bawah. Dengan demikian akan terjadi perputaran
uang," ujarnya. Menurut dia, pembayaran THR kepada sekitar 15-16 juta angkatan kerja di
pekerja industri dapat memperkuat daya beli masyarakat dan meningkatkan kinerja konsumsi
rumah tangga dalam jangka pendek.
Ia mengkhawatirkan, jika THR tidak dibayar penuh kepada karyawan, maka akan menimbulkan
gelombang protes dari kalangan buruh. Kondisi itu dapat berpengaruh terhadap daya beli
masyarakat rendah dan menurunnya produksi. "Kalau menjelang lebaran buruh tidak terima
THR, mereka protes kemudian demo, produksi perusahaan juga menurun. Perusahaan sudah
dibantu pemerintah, sekarang bantu karyawannya," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan
dunia usaha untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pekerja menjelang Hari
Raya Idul Fitri 1422H, karena pemerintah sudah memberikan banyak stimulus untuk
meringankan beban usaha selama pandemi COVID-19.
"Salah satu untuk dorong konsumsi jelang Lebaran adalah pemberian THR ke karyawan,
disampaikan sudah waktunya pihak swasta berikan THR karena berbagai kegiatan sudah
diberikan," kata Airlangga Hartarto usai sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu
(7/4).
Pemberian THR ke pekerja, ujar Airlangga, menjadi salah satu mesin penggerak konsumsi
masyarakat. Dengan pencairan THR, dia memperkirakan akan terdapat tambahan dana beredar
ke pasar sebesar Rp215 triliun. Airlangga menjelaskan selama setahun terakhir, pemerintah
sudah jor-joran memberikan stimulus terhadap dunia usaha. Dia mencontohkan beberapa
stimulus seperti insentif pengurangan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada awal
tahun ini.
Dengan stimulus PPnBM dari pemerintah, ujar dia, penjualan kendaraan bermotor pada Maret
2021 naik hingga 143 persen. Selain itu, pemerintah juga telah menanggung Pajak Pertambahan
Nilai (PPN) untuk pembelian properti, yang mengakibatkan penjualan rumah untuk Masyarakat
Berpenghasilan Rendah (MBR) naik 10 persen, penjualan rumah untuk masyarakat menengah
naik 20 persen, dan untuk masyarakat berpenghasilan tinggi naik 10 persen. "Pemerintah
mendorong agar perusahaan-perusahaan itu bisa membayar THR karena pemerintah sudah
memberikan fasilitas," ujar Airlangga. bari
17

