Page 160 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 160

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan upaya perlindungan kepada PMI ini sudah diatur
              dalam  Undang-undang  (UU)  nomor  18  tahun  2017  tentang  perlindungan  pekerja  migran
              Indonesia.

              "PMI ini harus dilindungi mulai dari sebelum bekerja, saat bekerja, atau pun sesudah bekerja.
              Melalui diseminasi ini, perlindungan akan dimulai dari tingkat desa," kata Imron di Kabupaten
              Cirebon, Rabu (7/4/2021).

              Imron menyebutkan, Kabupaten Cirebon merupakan daerah kantong PMI terbanyak kedua di
              Jawa Barat, di bawah Kabupaten Indramayu. Tercatat, pada 2019 jumlah warga yang berangkat
              menjadi PMI sebanyak 9.931 orang.

              Sedangkan  hingga  akhir  2020,  jumlah  PMI  di  Kabupaten  Cirebon  yang  berangkat  menurun
              menjadi 2.803 orang. "Hal tersebut karena adanya pandemi Covid-19, di mana negara tujuan
              melarang adanya kedatangan warga asing," kata Imron.

              Melalui  diseminasi  ini  pun,  kata  Imron,  pemerintah  desa/kecamatan  diminta  melakukan
              penguatan  kompetensi  bagi  calon  PMI.  Sehingga  nantinya,  pekerja  tersebut  bisa  berangkat
              secara legal.

              Selain  itu,  pemerintah  desa/kecamatan  harus  menyediakan  informasi  ketenagakerjaan  dan
              layanan migrasi di tingkat desa.

              "Nantinya, masyarakat yang akan berangkat ke negara tujuan bisa tahu bagaimana kondisi di
              sana, hak serta kewajiban setelah bekerja. Jadi nantinya, tidak lagi ada masalah yang menimpa
              PMI," katanya.

              Imron pun mengimbau, kepada calon PMI harus mampu memilih jasa penyalur tenaga kerja
              yang legal, nantinya bila terjadi permasalahan, pemerintah bisa melakukan upaya pertolongan.
              Sepanjang  2021,  kata  Imron,  terjadi  15  kasus  yang  menimpa  PMI  asal  Kabupaten  Cirebon.
              Permasalahan tersebut terjadi karena hilang kontak, kekerasan fisik/verbal, hingga gaji tidak
              dibayarkan.

              "Kalau  PMI  berangkat  secara  ilegal,  pemerintah  akan  sulit  melakukan  pelacakan.  Pahami
              semuanya sebelum berangkat," katanya. (K45).































                                                           159
   155   156   157   158   159   160   161   162   163   164   165