Page 165 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 165
Judul Ini Tantangan yang Dihadapi Perempuan di Dunia Kerja Selama
Pandemi
Nama Media suara.com
Newstrend Kesetaraan Gender di Tempat Kerja
Halaman/URL https://www.suara.com/lifestyle/2021/04/07/163000/ini-tantangan-
yang-dihadapi-perempuan-di-dunia-kerja-selama-pandemi
Jurnalis Bimo Aria Fundrika
Tanggal 2021-04-07 16:30:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Bagi perempuan, adanya pandemi
memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya
beban pengurusan rumah tangga akibat work from home, school from home, sehingga
kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat seperti yang ditemukan dalam studi
tingkat global
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Hambatan [yang dihadapi pekerja perempuan]
ini disebabkan oleh beban ganda, seksisme, dan stereotip dalam masyarakat, diskriminasi
berbasis gender, hingga pelecehan seksual. Hambatan ini tidak hanya berdampak pada mereka
secara individu dan keluarganya, tetapi juga pada potensi ekonomi negara dan Indeks
Kesetaraan Gender Indonesia dalam peringkat dunia
neutral - H. E. Allaster Cox (Deputy Head of Mission dari Kedutaan Besar Australia) Untuk itu,
Australia merasa bangga bisa bergandengan tangan dengan Indonesia dalam perjalanan
memperkuat keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan, dan mencapai kesetaraan gender
yang lebih baik di tempat kerja
Ringkasan
Pandemi Covid-19 bukan hanya berdampak pada sektor kesehatan. Tapi juga mempengaruhi
ketidaksetaraan membuat perempuan makin terdiskriminasi. Hal itu yang menjadi sorotatan
dalam Women Lead Forum 2021, Rabu, (7/4/2021). Menteri Ketenagakerjaan Republik
Indonesia Ida Fauziyah dalam keynote speech-nya memaparkan bermacam kondisi ketimpangan
gender yang masih ditemukan di kalangan pekerja Indonesia, mulai dari ketimpangan tingkat
partisipasi angkatan kerja (TPAK), kesenjangan upah, hingga perlakuan diskriminatif berbasis
gender.
164

