Page 163 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 163

Nggak Cuma 'Gaji' Korban PHK Juga Dapat Ini dari Program JKP Michelle Natalia Rabu, 07 April
              2021 - 14:55 WIB loading.
              Selain bantuan tunai selama 6 bulan, korban PHK juga akan memperoleh berbagai manfaat dari
              program  JKP.  Foto/Ilustrasi  JAKARTA  -  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah
              mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menggodok aturan bantuan tunai selama 6 bulan
              bagi pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

              Salah satu manfaat yang bisa didapat para peserta Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)
              adalah uang tunai sebesar 45% dari gaji korban PHK selama 3 bulan pertama.

              Dengan kebijakan itu, misalnya gaji peserta JKP sebelum di PHK adalah sebesar Rp5 juta, maka
              dia bisa akan mendapat 'gaji' sebesar Rp2,25 juta selama 3 bulan. Kemudian, dalam 3 bulan
              berikutnya memperoleh Rp1,25 juta atau 25% dari gaji sebelum terkena PHK.

              Namun di luar itu, kata dia, program JKP juga menawarkan banyak hal bagi para korban PHK.
              Selain uang tunai, peserta JKP juga bisa mendapat manfaat lain yaitu akses informasi pasar kerja
              dan pelatihan kerja.

              "Peserta  berhak  mendapatkan  akses  informasi  pasar  kerja,  layanan  informasi  pasar  kerja
              dan/atau bimbingan jabatan, dilakukan oleh pengantar kerja atau petugas antarkerja," papar
              Ida.

              Peserta JKP juga berhak mendapatkan pelatihan kerja berbasis kompetensi, dilakukan melalui
              lembaga pelatihan kerja milik pemerintah, swasta atau perusahaan.

              Sementara itu, sumber pembiayaan program ini salah satunya berasal dari pemerintah pusat.
              "Ada peran pemerintah, ada iuran pemerintah sebesar 0,22%, jadi di sini ada tanggung jawab
              pemerintah pusat, meskipun peserta itu dari berbagai daerah maka tetap saja iuran itu yang
              membayar adalah pemerintah pusat," jelas Ida.

              Sumber pembiayaan lain dari program ini berasal dari iuran peserta itu sendiri sebelum di-PHK,
              dari  program  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  (JKK)  dan  program  Jaminan  Kematian  (JKM).
              "Rekomposisi iuran program JKK sebesar 0,14%, JKM sebesar 0,10%," imbuhnya.

              Sedangkan, untuk dasar perhitungannya adalah berdasarkan upah yang dilaporkan perusahaan
              kepada  BPJS  dengan  batas  upah  sebesar  Rp5  juta.  "Ini  untuk  memberikan  kepastian  untuk
              pemerintah karena pemerintah memiliki kewajiban untuk membayar iuran," ungkap Ida.
              Sebagai informasi, per 2 Februari 2021 lalu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 Tahun 2021
              tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan di Undang-undang (UU) Cipta
              Kerja memang sudah resmi berlaku.

              Akan tetapi, untuk bisa merasakan manfaat dari program ini, korban PHK masih harus menunggu
              Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) yang masih dimatangkan.

              (fai).














                                                           162
   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167   168