Page 209 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 209

Misalnya, kata Ida, gaji peserta JKP sebelum di PHK adalah sebesar Rp5 juta, maka kemungkinan
              dia bisa mendapat 'gaji' sebesar Rp2,25 juta selama 3 bulan. Kemudian, 3 bulan berikutnya
              hanya 25% dari upah.

              "Uang tunai 45% dari upah untuk 3 bulan pertama, 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya,
              dan ini diberikan paling lama 6 bulan," ujar Ida dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI dan
              Dirut BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

              Selain uang tunai, lanjutnya, peserta JKP juga bisa mendapat manfaat lain yaitu akses informasi
              pasar kerja dan pelatihan kerja.

              "Kemudian peserta berhak mendapatkan akses informasi pasar kerja, layanan informasi pasar
              kerja dan/atau bimbingan jabatan, dilakukan oleh pengantar kerja atau petugas antar kerja,"
              ungkap Ida.

              Peserta JKP juga berhak mendapatkan pelatihan kerja berbasis kompetensi, dilakukan melalui
              lembaga pelatihan kerja milik pemerintah, swasta atau perusahaan.

              Sementara itu, sumber pembiayaan program ini salah satunya berasal dari pemerintah pusat.

              "Ada peran pemerintah, ada iuran pemerintah sebesar 0,22%, jadi di sini ada tanggung jawab
              pemerintah pusat, meskipun peserta itu dari berbagai daerah maka tetap saja iuran itu yang
              membayar adalah pemerintah pusat," kata Ida.

              Selain  itu,  sumber  pembiayaan  dari  program  ini  juga  berasal  dari  iuran  peserta  itu  sendiri
              sebelum di PHK dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan program Jaminan Kematian
              (JKM).

              "Rekomposisi iuran program JKK sebesar 0,14%, JKM sebesar 0,10%," imbuhnya.

              Sedangkan, untuk dasar perhitungannya adalah berdasarkan upah yang dilaporkan perusahaan
              kepada BPJS dengan batas upah sebesar Rp5 juta.




































                                                           208
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214