Page 207 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 207

begitu saja akan dikirimkan 'gaji' oleh pemerintah, ada tata caranya pendaftaran kepesertaannya
              dulu yang harus dilewati.
              Langkah awal, korban PHK yang ingin mendapat bantuan ini harus didaftarkan terlebih dahulu
              oleh perusahaan tempatnya bekerja kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk divalidasi dan verifikasi
              pemenuhan syarat-syaratnya.

              "Jadi di situ ada pengusaha atau pemberi kerja melaporkan ke Ketenagakerjaan kemudian ada
              verifikasi  dan  validasi  peserta  tentu  saja  di  situ  ada  syarat  programnya,"  ujar  Menteri
              Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  dalam  rapat  kerja  dengan  Komisi  IX  DPR  RI  dan  Dirut  BPJS
              Ketenagakerjaan, Rabu (7/4/2021).

              Kemudian, akan dilakukan integrasi dan pengecekan kepesertaan JKN (BPJS Kesehatan) dan
              eligibilitas  atau  kelayakannya.  Setelah  itu  bila  memenuhi  syarat,  dianggap  layak,  dan  belum
              menjadi peserta JKP akan diterbitkan tanda bukti peserta JKP-nya.

              "Dari situ baru kemudian ada rekomposisi iuran JKM dan JKK. Maksimal rekomposisi tanggal 17
              bulan berikutnya dengan ceiling 5 juta, kemudian dari situ bisa kita lihat telah terdaftar JKP atau
              belum dan setelah itu terbit tanda bukti peserta," katanya.

              Adapun tanda bukti peserta itu baru akan terbit 3 hari sejak iuran dibayarkan. Setelah itu, korban
              PHK tak serta merta langsung bisa dapat bantuan dari program ini, masih ada tahapan lain yang
              harus  dilalui.  Di  antaranya,  data-data  yang  sudah  divalidasi  dan  verifikasi  dari  BPJS
              Ketenagakerjaan tadi kemudian dilaporkan kepada Menteri Ketenagakerjaan.

              Setelah itu baru akan muncul daftar iuran yang harus dibayarkan pemerintah dan persetujuan
              tagihan kepada pemerintah. Sebagaimana diketahui, dalam program ini pemerintah juga turut
              ambil andil yakni ikut membayar iuran sebesar 0,22%.

              "Iurannya  itu  karena  ada  iuran  pemerintah  maka  ada  persetujuan  tagihan  iuran  kepada
              pemerintah ini setelah semua prosesnya divalidasi, sehingga pemerintah mengetahui dengan
              pasti  berapa  iur  yang  harus  dibayar  pemerintah.  Kemungkinan  akan  disalurkan  melalui
              Kementerian Ketenagakerjaan. Ini dalam proses pembahasan PMK-nya, intinya pemerintah akan
              membayar iuran setelah proses validasi verifikasi data oleh BPJS Ketenagakerjaan," terangnya.


































                                                           206
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212