Page 232 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 232

Lewat program tersebut nantinya para korban PHK bisa mendapatkan 'gaji' 45% dari upahnya
              selama 3 bulan pertama setelah menjadi peserta JKP. Lalu 3 bulan berikutnya 25% dari upahnya.
              "Uang tunai 45% dari upah untuk 3 bulan pertama, 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya,
              dan ini diberikan paling lama 6 bulan," ujar Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam rapat
              kerja dengan Komisi IX DPR RI dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Rabu (7/4/2021).

              Apa saja syarat yang harus dipenuhi korban PHK agar bisa menerima bantuan tersebut? Syarat
              paling utama yang harus dipenuhi korban PHK adalah dia merupakan Warga Negara Indonesia
              (WNI) yang telah diikutsertakan dalam program jaminan sosial yang sudah ada seperti Jaminan
              Kesehatan Nasional (JKN), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan lain sebagainya.

              "Peserta  JKP  adalah  WNI  yang  telah  diikutsertakan  dalam  program  jaminan  sosial  sesuai
              penahapan kepesertaan dalam PP No. 109 tahun 2013, meliputi untuk usaha besar dan usaha
              menegah, diikutsertakan pada program JKN, JKK, JHT, JP dan JKM, kemudian untuk usaha kecil
              dan mikro, diikutsertakan sekurang-kurangnya pada program JKN, JKK, JHT, dan JKM," papar
              Ida.

              Syarat lainnya adalah peserta belum berusia 54 tahun. Selain itu, di perusahaan sebelumnya
              berkapasitas sebagai pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau Perjanjian
              Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Di luar itu, tentu tidak memenuhi syarat kepesertaan.
              "Belum berusia 54 tahun. Mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha baik kapasitasnya itu
              PKWT maupun PKWTT," jabarnya.

              Syarat lainnya adalah tentu merupakan pekerja yang mengalami PHK bukan mengundurkan diri.

              "Pekerja yang mengalami PHK ini sesuai dengan UU Cipta kerja pasal 154A UU No.11 tahun
              2020, dikecualikan untuk alasan PHK karena mengundurkan diri, cacat total tetap, pensiun, dan
              meninggal dunia," tambahnya.

              Lalu, korban PHK tadi memiliki keinginan untuk bekerja kembali.

              Terakhir, memiliki masa iuran pada jaminan sosial yang disyaratkan sebelumnya paling sedikit
              12 bulan dan telah membayar setidaknya 6 bulan berturut-turut sebelum di- PHK .

              "Pekerja yang memiliki masa iur paling sedikit 12 bulan dalam 24 bulan, membayar iuran 6 bulan
              berturut-turut sebelum terjadi PHK," ucapnya.





























                                                           231
   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237