Page 85 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 85
KEMENAKER DORONG GERAKAN NON-DISKRIMINASI GENDER DI TEMPAT KERJA
MENTERI Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan, sejumlah kondisi ketimpangan gender
masih ditemukan di kalangan pekerja Indonesia, mulai dari ketimpangan tingkat partisipasi
angkatan kerja (TPAK), kesenjangan upah, hingga perlakuan diskriminatif berbasis gender. Di
samping itu, pandemi Covid-19 juga memberikan beban tersendiri bagi pekerja perempuan.
"Bagi perempuan, adanya pandemi memberikan beban tambahan, mulai dari hilangnya
pekerjaan atau pendapatan, meningkatnya beban pengurusan rumah tangga akibat work from
home, school from home, sehingga kekerasan dalam rumah tangga oleh pasangan meningkat
seperti yang ditemukan dalam studi tingkat global," ujarnya dalam Women Lead Forum 2021
yang digelar Magdalene.co dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE).
Dalam hal kepemimpinan perempuan, Ida menyatakan masih menjadi masalah yang perlu
diselesaikan bersama. Ia mencontohkan, dari 4,1 juta Aparatur Sipil Negara (ASN), 52 persennya
adalah perempuan, namun perempuan yang menduduki jabatan struktural relatif sedikit. Di
jabatan tinggi madya, hanya ada 96 orang perempuan, jauh lebih sedikit dari laki-laki yang
berjumlah 483 orang.
"Hambatan yang dihadapi pekerja perempuan ini disebabkan oleh beban ganda, seksisme, dan
stereotip dalam masyarakat, diskriminasi berbasis gender, hingga pelecehan seksual. Hambatan
ini tidak hanya berdampak pada mereka secara individu dan keluarganya, tetapi juga pada
potensi ekonomi negara dan Indeks Kesetaraan Gender Indonesia dalam peringkat dunia," ujar
Ida.
Menyikapi berbagai hambatan yang dihadapi pekerja perempuan itu, Ida mengatakan,
Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus melakukan gerakan nasional non-
diskriminasi di tempat kerja. Dengan komitmen ini, diharapkan akan dapat menghentikan
praktik-praktik ketidaksetaraan dan diskriminasi di tempat kerja.
Deputy Head of Mission dari Kedutaan Besar Australia Allaster Cox mengatakan, kepemimpinan
perempuan merupakan salah satu pendorong utama kesetaraan gender dan memiliki pengaruh
yang signifikan dalam upaya pemulihan ekonomi suatu negara.
"Untuk itu, Australia merasa bangga bisa bergandengan tangan dengan Indonesia dalam
perjalanan memperkuat keterwakilan perempuan dalam kepemimpinan, dan mencapai
kesetaraan gender yang lebih baik di tempat kerja," ujar Cox.
Pemimpin Redaksi Magdalene Devi Asmarani mengatakan, hambatan-hambatan yang dihadapi
pekerja perempuan telah membatasi kesempatan mereka dalam memaksimalkan potensinya.
Kendati sudah ada kebijakan-kebijakan yang mendukung pekerja perempuan, dalam realitasnya
implementasi kebijakan tersebut belum optimal, ujarnya.
"Perusahaan memiliki andil besar untuk mengubah situasi ini. Karena itu Women Lead Forum
2021 ini kami tujukan untuk menyatukan para pembuat kebijakan di pemerintahan, lembaga
legislasi, maupun di perusahaan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka, agar ada
pembelajaran dan tercipta sinergi yang kuat untuk mencapai kesetaraan gender di tempat kerja,"
ujar Devi.
Executive Director IBCWE, Maya Juwita mengatakan, banyak riset yang menunjukkan adanya
korelasi positif antara keragaman gender dan performa bisnis. Salah satunya adalah studi
Organisasi Buruh Indonesia (ILO) pada 2020 yang menunjukkan bahwa 77 persen dari 416
perusahaan yang disurvei setuju bahwa keragaman gender meningkatkan kinerja bisnis mereka.
84

