Page 88 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 88
WASPADAI DUA KEJAHATAN YANG KERAP DIALAMI PARA PEKERJA MIGRAN
INDONESIA
BANDUNG - Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan salah satu penyumbang terbesar devisa
negara selama ini, mencapai Rp 159,6 triliun per tahunnya. Namun, masih saja ada ancaman
kejahatan bagi para pahlawan devisa tersebut.
Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan
kasus kejahatan yang kerap dialami PMI ini berkaitan dengan keberangkatan yang secara ilegal.
Akibatnya, banyak PMI yang tidak membawa apa-apa ketika pulang ke Tanah Air, walaupun
telah bekerja bertahun-tahun di luar negeri.
"Kejahatan yang pertama adalah penempatan ilegal PMI yang dilakukan oleh segelintir orang
dengan modal kapital. Saya pun sudah menyampaikan hal ini ketika bertemu dengan Panglima
TNI, Kapolri, Menlu, Menaker, Menkumham, Dirjen Imigran, bahwa kejahatan ini tak tersentuh
karena didukung oleh oknum-oknum," ujar Benny saat melakukan sosialiasi UU 18 Tahun 2017
di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (7/4/2021).
Kejahatan kedua, katanya, setiap PMI yang hendak berangkat ke luar negeri diminta uang Rp
20 juta terlebih dulu.
Untuk menutupi biaya tersebut, calo yang menawarkan pekerjaan ilegal ikut berperan sebagai
penolong yang menutupi biaya akomodasi dan tiket keberangkatan calon PMI.
"Selain pembiayaan menuju bandara, mereka juga mengiming-imingi keluarga yang ditinggalkan
akan diberi bekal Rp 5 juta - Rp 10 juta, mereka seperti dewa penolong di tengah mimpi para
PMI . Tapi ternyata uang itu diakumulasi dengan bunga 27 persen hingga 30 persen," kata
Benny.
Benny pun mengatakan, bahwa uang yang diberikan oleh calo tersebut berasal dari Kredit Usaha
Rakyat (KUR) PMI dari suatu bank pelat merah.
Bank tersebut, katanya, sebenarnya hanya memberikan bunga enam persen. Namun, bunganya
dijadikan hingga 30 persen oleh pihak ketiga yang berwujud koperasi simpan pinjam.
"Konsekuensinya, PMI tersebut tak bisa menerima gaji hingga berbulan-bulan. Tapi misal dalam
10 bulan tidak mengirimkan uang ke Indonesia, PMI mungkin merasa malu kepada keluarga dan
akhirnya dia meminjam lagi yang pertama, dan kedua," ujar Benny.
Benny mengatakan selama 11 bulan menjabat sebagai Kepala B2PMI, pihaknya telah menangani
408 kasus pengaduan PMI langsung atau dari keluarga PMI . Ratusan pengaduan tersebut telah
diserahkan kepada Polri.
Benny pun mengatakan telah memimpin 17 penggerebakan, termasuk penggerebekan di MOI
Kepala Gading dan Tangerang. Di tempat tersebut, ada 45 pekerja migran yang akan
diberangkatkan ke luar negeri tanpa prosedur.
UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, katanya, bisa
memayungi PMI dengan menguatkan peran desa sebagai pintu yang membuka peluang kerja,
serta provinsi dan kabupaten atau kota sebagai fasilitator edukasi untuk meningkatkan
kesejahteraan PMI.
87

