Page 93 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 APRIL 2021
P. 93

PESERTA JKP BISA TERIMA GAJI 6 BULAN SETELAH PHK

              JAKARTA, - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pekerja mengalami Pemutusan
              Hubungan Kerja (PHK) dan telah terdaftar menjadi program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)
              bisa mendapatkan tiga manfaat dari program tersebut yaitu uang tunai, akses informasi pasar
              kerja, dan mengikuti pelatihan kerja. Peserta tetap dapat menerima dana selama 6 bulan setelah
              berhenti bekerja.

              "Manfaat bagi pekerja yang ter-PHK dalam program JKP adalah uang tunai yang rinciannya 45
              % dari upah untuk 3 bulan pertama, dan 25% dari upah untuk 3 bulan berikutnya, dan ini
              diberikan paling lama 6 bulan," ucap Ida saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Rabu
              (7/4).

              Manfaat lainnya adalah akses informasi pasar kerja juga akan diberikan berupa layanan informasi
              pasar kerja dan atau bimbingan jabatan dan dilakukan oleh pengantar kerja atau petugas antar
              kerja.  Manfaat  ketiga,  pelatihan  kerja  akan  berbentuk  pelatihan  berbasis  kompetensi  yang
              dilakukan melalui lembaga pelatihan kerja milik pemerintah, swasta, dan perusahaan.

              Persyaratan peserta program JKP, ata Menaker Ida adalah WNI yang telah diikutsertakan dalam
              program jaminan sosial sesuai penahapan kepesertaan dalam Peraturan Presiden Nomor 109
              tahun  2013,  yaitu  untuk  usaha  besar  dan  usaha  menengah,  diikutsertakan  pada  program
              Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT),
              Jaminan  Pensiun  (JP)  dan  Jaminan  Kematian  (JKM)  kemudian  untuk  usaha  kecil  dan  mikro,
              diikutsertakan sekurang-kurangnya pada program JKN, JKK, JHT, dan JKM.

              "Syarat  lainnya  adalah  belum  berusia  54  tahun,  dan  mempunyai  hubungan  kerja  dengan
              pengusaha  baik  kapasitasnya  Perjanjian  Kerja  Waktu  Tertentu  (PKWT)  atau  Perjanjian  Kerja
              Waktu Tidak Tertentu (PKWTT)," ucap Ida.

              Sementara itu Dirut BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo mengatakan sumber pembiayaan
              dari JKP yakni iuran pemerintah pusat sebesar 0,22%, sumber pendanaan rekomposisi iuran
              program  Jaminan  Kecelakaan  Kerja  0,14%  dan  Jaminan  Kematian  0,10%,  Ketentuan  dasar
              perhitungan upah adalah upah yg dilaporkan ke BPJS dengan batas upah sebesar Rp 5 juta.

              "Fokus dari BPJS Ketenagakerjaan adalah dalam hal memberikan uang tunai bagi peserta adapun
              manfaat uang tunai yang diberikan selama 6 bulan. Sesuai ketentuan ada 45% dari upah di tiga
              bulan pertama dan 25% dari upah di tiga bulan berikutnya," ucap Anggoro.

              Ia mengatakan dalam sistem dan proses bisnis JKP ini pemerintah akan menggunakan platform
              terintegrasi yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan dan Kemnaker. Dalam single platform ini
              terdapat menu pencarian kerja, menu pelatihan kerja, dan menu tunjangan JKP berupa uang
              tunai.

              "Aplikasi ini yang akan kita kembangkan agar pekerja mengakses aplikasi dan bisa mendapatkan
              informasi tentang 3 menu ini," ucapnya.

              Untuk menu pelatihan kerja dan pencarian kerja akan menjadi tanggung jawab pihak Kemnaker
              sedangkan pihak BPJS Ketenagakerjaan akan fokus mengurus pada menu tunjangan JKP.

              Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id).








                                                           92
   88   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98