Page 280 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2021
P. 280

Sedangkan  dalam  aturan  perundangan  ditetapkan  bahwa  penerima  THR  keagamaan  adalah
              pekerja/buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha  berdasarkan  Perjanjian
              Kerja Waktu Tertentu (PKWTT).

              "Sehingga magang tidak berhak mendapatkan THR keagamaan karena magang hubungan atas
              dasar perjanjian pemagangan bukan perjanjian kerja," tegas Kemenenaker yang dikutip Kamis
              (29/4/2021).

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah meminta agar para pengusaha memberikan
              THR kepada pekerja karena Pemerintah sejak tahun lalu telah memberikan banyak insentif.

              "Kami  butuh  komitmen  pengusaha  untuk  membayar  THR  secara  penuh  dan  tepat  waktu  ke
              pekerja atau buruh," kata Ida.

              Bagi pengusaha 'nakal' telat membayar THR kepada pekerja ada banyak sanksi yang menanti.
              Sanksi diberikan berupa denda dan juga sanksi administratif.

              Sanksi denda, pengusaha yang tidak membayar sesuai batas waktu yang ditetapkan maka akan
              dikenakan denda 5% dari besaran THR yang diterima pekerja.

              Sanksi  administratif  sesuai  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  tahun  2021  tentang
              Pengupahan. Sanksi diberikan secara bertahap yang terdiri dari empat yakni: 1. Teguran tertulis
              2. Pembatasan Kegiatan Usaha 3. Penghentian Sementara sebagian atau seluruh alat produksi
              4. Pembekuan kegiatan usaha.
              Lanjut  Ida,  sanksi  administratif  dan  denda  yang  diberikan  kepada  pengusaha  tidak
              menghilangkan  kewajibannya  membayarkan  THR  sesuai  dengan  ketentuan  Perundang-
              undangan.

              "Pengenaan denda tersebut tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar
              THR keagamaan kepada pekerja atau buruh," imbuhnya.






































                                                           279
   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284   285