Page 284 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 APRIL 2021
P. 284

Hal ini ditegaskan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja
              (PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri.
              "THR wajib dibayar penuh dan tepat waktu. Dalam pembayaran THR tidak ada perbedaan status
              kerja"  tegas  Putri,  dalam  keterangan  resminya  yang  dikutip  pada  Senin  (26/4/2021)  dari
              Kompas.com.

              Adapun rincian siapa saja pekerja atau buruh yang berhak menerima THR di antaranya adalah:
              Pertama,  pekerja/buruh  berdasarkan  PKWT  (Perjanjian  Kerja  Waktu  Tertentu)  atau  PKWTT
              (Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu) yang memiliki masa kerja 1 bulan secara menerus atau
              lebih.

              Kedua, pekerja/buruh berdasarkan PKWTT yang mengalami PHK oleh pengusaha terhitung sejak
              H-30 hari sebelum hari raya keagamaan.

              Ketiga, pekerja/buruh yang dipindahkan ke perusahaan lain dengan masa kerja berlanjut, apabila
              dari perusahaan lama belum mendapatkan THR.

              Selanjutnya,  Putri  juga  menjelaskan  bahwa  menurut  ketentuan  yang  berlaku,  THR  harus
              diberikan secara penuh paling tidak tujuh hari sebelum hari lebaran.

              "THR Keagamaan wajib diberikan dalam bentuk uang rupiah dan paling lambat 7 hari sebelum
              hari raya keagamaan," pungkas Putri.

              Sedangkan mengutip TribunPontianak.co.id, besaran THR yang didapatkan para pekerja adalah
              sebesar satu bulan upah.

              Namun perlu dicatat bahwa besaran ini hanya berlaku bagi pekerja yang telah mempunyai masa
              kerja dua belas bulan secara terus menerus.

              Untuk pekerja yang baru memiliki masa kerja satu bulan dan kurang dari dua belas bulan secara
              terus menerus, besaran THR dihitung secara proporsional sesuai masa kerjanya.
              Jika  upah  terdiri  dari  upah  pokok  dan  tunjangan  tidak  tetap,  maka  besaran  THR  dihitung
              berdasarkan upah pokok.

              Namun,  tidak  menutup  kemungkinan  juga  perusahaan  memberikan  THR  yang  jumlahnya
              melebihi apa yang telah diatur dalam undang-undang. (*).




























                                                           283
   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288   289