Page 47 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 47
Ida Fauziah menjelaskan, dalam program SSW, Pemerintah Indonesia mencatat, berdasarkan
data dari Kementerian Kehakiman Jepang per 31 Desember 2020, jumlah PMI yang bekerja
sebagai SSW sebanyak 1.514 orang, yang mana hanya separuh dari jumlah pekerja migran SSW
Vietnam di Jepang.
Kendati demikian, jumlah tersebut masih jauh dari target Pemerintah Indonesia yang
berkeinginan untuk memenuhi 20 persen dari kuota SSW sebanyak 345 ribu tenaga kerja dari
semua negara.
"SSW sendiri membuka 14 sektor kerja seperti keperawatan, manufaktur, kontruksi bangunan,
dan penerbangan," papar dia.
Ida Fauziah juga mengemukakan, hingga kini pihaknya juga masih menunggu kembali proses
dibukanya program pemagangan.
Dia menjelaskan, tahapan persiapan peserta pemagangan sampai saat ini, yaitu jumlah peserta
magang yang sudah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak 2.287 orang. Hasil kerja
sama IM Japan dengan Kemnaker sebanyak 88 orang dan Sending Organization sebanyak 2.199
orang.
Ida Fauziah berharap, Pemerintah Jepang dapat kembali membuka akses masuk bagi PMI pada
masa pandemi Covid-19.
"Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Indonesia telah menyusun Standard
Operating Procedure (SOP)," kata Ida Fauziyah, saat menerima courtesy call Duta Besar Jepang
untuk Indonesia secara virtual, Rabu (24/3).
Menurut dia, beberapa hal yang diatur dalam SOP tersebut antara lain PMI yang akan bekerja
ke luar negeri diwajibkan mengikuti tes PCR, proses monitoring, dan evaluasi pelaksanaan
penempatan selama masa new normal.
Selain itu, Pemerintah Indonesia dan Jepang membahas upaya peningkatkan kerja sama
penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang dan progam pemagangan.
Menaker Ida menyatakan, pemerintah Indonesia dan Jepang telah lama menjalin kerja sama
yang sangat baik, khususnya dalam penempatan PMI dan pemagangan ke Jepang.
"Dalam penempatan PMI, kerja sama kedua pemerintah telah terjalin dalam dua program, yaitu
program Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker
(SSW)," kata dia.
Dia mengatakan kerja sama dalam program IJEPA telah berjalan hampir 13 tahun.
Ida Fauziah mencatat sebanyak 3.080 PMI telah bekerja sebagai Nurse dan Careworker di Jepang
dan 716 orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di
Jepang.
"Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia
dan kami berharap kerja sama penempatan PMI ke Jepang dalam program IJEPA dapat
ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai Nurse dan Careworker,
maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA," terang dia.
46

