Page 46 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 46
Judul Menaker Ida Sebut Indonesia Isi Kebutuhan Tenaga Kerja Jepang
Nama Media jpnn.com
Newstrend Penempatan PMI Jepang
Halaman/URL https://www.jpnn.com/news/menaker-ida-sebut-indonesia-isi-
kebutuhan-tenaga-kerja-jepang
Jurnalis elvi
Tanggal 2021-03-24 20:29:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
neutral - Ida Fauziah (Menteri Ketenagakerjaan) SSW sendiri membuka 14 sektor kerja seperti
keperawatan, manufaktur, kontruksi bangunan, dan penerbangan
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,
Pemerintah Indonesia telah menyusun Standard Operating Procedure (SOP)
neutral - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Dalam penempatan PMI, kerja sama kedua
pemerintah telah terjalin dalam dua program, yaitu program Indonesia-Japan Economic
Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW)
positive - Ida Fauziah (Menteri Ketenagakerjaan) Kami sangat berterima kasih atas kesempatan
yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia dan kami berharap kerja sama penempatan PMI
ke Jepang dalam program IJEPA dapat ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan
PMI sebagai Nurse dan Careworker, maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah
program IJEPA
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, Pemerintah Indonesia ingin berkontribusi
untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang melalui program SSW. Hal itu lantaran saat ini
Jepang tengah mengalami ageing population dan shortage tenaga kerja, sehingga butuh banyak
pekerja migran dari berbagai negara.
MENAKER IDA SEBUT INDONESIA ISI KEBUTUHAN TENAGA KERJA JEPANG
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, Pemerintah Indonesia ingin
berkontribusi untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang melalui program SSW.
Hal itu lantaran saat ini Jepang tengah mengalami ageing population dan shortage tenaga kerja,
sehingga butuh banyak pekerja migran dari berbagai negara.
45

