Page 78 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 78

Karena itu, sangat dibutuhkan perhatian besar dan serius dari pemerntah provinsi Jawa Timur
              terhadap TKMI melalui raperda perlindungan Tenaga kerja Migran ini. Masih banyak persoalan-
              persoalan dihadapi para pekerja migran kita di luar negeri yang kurang mendapat perlindungan
              dari pemerintah.

              Karena  itu,  menjadi  tanggung  jawab  moral,  politik,  dan  hukum  bagi  pemerintah  (pusat  dan
              daerah) untuk melindungi mereka dan keluarganya. amanat konstitusi kita sangat jelas, bahwa
              negara wajib melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indoensia.

              Langkah DPRD Jatim mengajukan raperda inisitif tenang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
              dan Keluarganya sudah tepat. Raperda ini diajukan sebagai pengganti dari Perda No 4 tahun
              2016 tentang pelayanan penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri.

              Dasar hukum pembentukan yang baru, yakni merujuk pada undang-undang No. 18 tahun 2017
              tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, maka pokok materi yang akan diatur tentu saja
              harus disesuaikan dengan pokok-pokok materi yang ada dalam UU No. 18 tahun 2017 dan tentu
              saja secara sosiologis perlu untuk memperhatikan persoalan-persoalan baru yang saat ini sedang
              dan kemungkinan akan dihadapi oleh para pekerja migran Jawa Timur ke depan.

              Meskipun  demikian,  ada  beberapa  catatan-catatan  penting  yang  perlu  kita  cermati,  yakni
              khususnya  terkait  dengan,  khususnya  terkait  dengan  legal  draffting,  Raperdanya,  dan
              keterkaitan antara naskah akademik dengan Raperda yang diajukan.

              Tentu saja, sumber hulunya, yakni naskah akademik sebagai sumber legitimasi dan justifikasi
              akademik dari sebuah Raperda perlu untuk dilakukan perbaikan, dengan memperhatikan objek
              kajian  dan  landasan  yuridisnya,  termasuk  memperhatikan  peraturan  perundangan-undangan
              yang baru, sepertu UU Cipta kerja, khususnya yang berkaitan dengan kewenangan dan objek
              pengaturannya.

              Karena  itu,  masukan  berbagai  stakeholders  dan  penjelasan  dari  ekeskutif  semoga  dapat
              dijadikan bahan masukan dan korektif bagi DPRD, khususnya Komisi E dan Pansus Raperda ini,
              dalam melakukan perbaikan dan penyempurnaan baik dari sisi pokok materi yang di atur maupun
              legal drafting sehingga Raperda ini memiliki bobot akademik dan yuridis-sosiologis yang kuat,
              ada  yang  baru  dalam  pengaturan  tenaga  migran  dan  keluarganya  ini,  dan  menjadi  regulasi
              daerah yang mampu memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan daerah, khususnya
              terkait solusi atas persoalan Tenaga Migran Jawa Timur di luar negeri ----- *** -----.



























                                                           77
   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83