Page 80 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MARET 2020
P. 80

BERTEMU DUBES JEPANG, MENAKER BAHAS PENEMPATAN PMI & PROGRAM
              MAGANG
              Pemerintah Indonesia dan Jepang tengah membahas upaya peningkatan kerja sama dalam hal
              penempatan  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  ke  Jepang  dan  program  pemagangan.  Hal  itu
              mengemuka saat Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menerima courtesy call Duta Besar
              Jepang untuk Indonesia secara virtual hari ini.

              Ida mengatakan pemerintah Indonesia dan Jepang telah lama menjalin kerja sama yang sangat
              baik, khususnya dalam penempatan PMI dan pemagangan ke Jepang. "Dalam penempatan PMI,
              kerja sama kedua pemerintah telah terjalin dalam 2 program, yaitu program Indonesia - Japan
              Economic Partnership Agreement (IJEPA) dan Specified Skilled Worker (SSW)," kata Ida dalam
              keterangan tertulis, Rabu (24/3/2021).

              Menurutnya,  untuk  kerja  sama  dalam  program  IJEPA  telah  berjalan  hampir  13  tahun.  Ia
              mencatat sebanyak 3.080 PMI telah bekerja sebagai Nurse dan Careworker di Jepang, dan 716
              orang di antaranya telah berhasil menjadi Registered Nurse dan Certified Careworker di Jepang.

              "Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja Indonesia
              dan  kami  berharap  kerja  sama  penempatan  PMI  ke  Jepang  dalam  program  IJEPA  dapat
              ditingkatkan, baik dalam penambahan kuota penempatan PMI sebagai Nurse dan Careworker,
              maupun dalam perluasan sektor penempatan PMI di bawah program IJEPA," terangnya.

              Lebih  lanjut  dikatakan  Ida,  Pemerintah  Indonesia  juga  ingin  berkontribusi  untuk  mengisi
              kebutuhan tenaga kerja di Jepang melalui program SSW. Hal itu lantaran saat ini Jepang tengah
              mengalami ageing population dan shortage tenaga kerja, sehingga butuh banyak pekerja migran
              dari berbagai negara.

              Dalam  program  SSW,  Pemerintah  Indonesia  mencatat  berdasarkan  data  dari  Kementerian
              Kehakiman Jepang per 31 Desember 2020, jumlah PMI yang bekerja sebagai SSW sebanyak
              1.514 orang, yang mana hanya separuh dari jumlah pekerja migran SSW Vietnam di Jepang.

              Jumlah tersebut disebut masih jauh dari target Pemerintah Indonesia yang berkeinginan untuk
              memenuhi 20 persen dari kuota SSW sebanyak 345.000 tenaga kerja dari semua negara. SSW
              membuka  14  sektor  kerja  seperti  keperawatan,  manufaktur,  konstruksi  bangunan,  dan
              penerbangan.

              Ida  mengemukakan  hingga  kini  pihaknya  juga  masih  menunggu  kembali  proses  dibukanya
              program pemagangan. Adapun tahapan persiapan peserta pemagangan sampai saat ini, yaitu
              jumlah peserta magang yang sudah mendapatkan visa dan siap berangkat sebanyak 2.287 orang
              (kerja sama IM Japan dengan Kemnaker sebanyak 88 orang dan Sending Organization sebanyak
              2.199 orang).

              Ia  berharap  Pemerintah  Jepang  dapat  kembali  membuka  akses  masuk  bagi  PMI  pada  masa
              pandemi COVID-19. Untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19, Pemerintah Indonesia telah
              menyusun Standard Operating Procedure (SOP). "Beberapa hal yang diatur dalam SOP tersebut
              antara  lain  PMI  yang  akan  bekerja  ke  luar  negeri  diwajibkan  mengikuti  tes  PCR,  proses
              monitoring, dan evaluasi pelaksanaan penempatan selama masa new normal," ujar Ida.

              Sementara itu Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji menyambut baik keinginan
              Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kerja sama penempatan PMI dengan pihaknya. Hal
              itu lantaran selama ini reputasi tenaga kerja Indonesia dinilai baik oleh masyarakat Jepang.

              Kanasugi akan mempertimbangkan lebih lanjut mengenai penempatan PMI ke depannya. Ia akan
              menyampaikan ke Pemerintah Jepang yang berada di Tokyo. "Pembahasan ini akan kami bawa
              ke Tokyo sebagai laporan," imbuh Kanasugi.
                                                           79
   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85