Page 295 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 DESEMBER 2021
P. 295

"Kami imbau seluruh perusahaan di DKI Jakarta untuk tidak menerapkan revisi upah minimum
              DKI yang telah diumumkan oleh Gubernur DKI, sambil menunggu keputusan PTUN berkekuatan
              hukum tetap," ucapnya dalam konferensi pers, Senin (20/12/2021).

              Hariyadi  juga  menuturkan  jika  revisi  ini  juga  bertentangan  dengan  Pasal  29  tentang  Waktu
              Penetapan Upah Minimum yang selambatnya ditetapkan pada 21 November 2021.

              Ditambah, Pemprov DKI Jakarta juga tidak mengajak partisipasi Apindo DKI Jakarta yang mana
              menjadi bagian dari Dewan Pengupahan Daerah sebagai unsur dunia usaha (pengusaha).

              Kemudian terkait apa yang dilakukan Anies, Haryadi meminta kepada Kementerian Dalam Negeri
              (Kemendagri)  memberikan  pembinaan  atau  sanksi  kepada  Anies  karena  tidak  memahami
              peraturan perundangan yang berlaku.

              "Karena hal tersebut berpotensi menimbulkan iklim yang tidak kondusif bagi hubungan industrial
              dan perekonomian nasional," tutur Hariyadi.

              Selain itu, ada dugaan jika revisi UMP yang dilakukan oleh Anies terdapat kepentingan politik
              jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

              Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri
              Indonesia (Kadin), Adi Mahfud, seperti dikutip dari Kompas TV.

              "Oh jelas," ucap Adi, Senin.

              Adi menuturkan, Anies sudah mengetahui bahwa Menteri tidak bisa mengubah PP 36 Tahun
              2021 karena sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), bukan Menaker.

              "Belum lama ini kan Pak Anies minta mengubah formula, terus ditujukan ke Kemnaker, tapi apa
              korelasinya?"  "Kalau  mau  minta  perubahan  itu  karena  PP  ditandatangani  Presiden,  bukan
              Kemnaker, seharusnya langsung saja ke Pak Presiden," terangnya.

              Tentang Naiknya UMP DKI Jakarta Anies pun menjelaskan jika kenaikan UMP DKI Jakarta adalah
              salah satu bentuk menjunjung asas keadilan bagi pihak pekerja, perusahaan, dan Pemprov DKI
              Jakarta, seperti dikutip dari Tribunnews.

              "Kami menilai kenaikan 5,1 persen ini adalah suatu kelayakan bagi pekerja dan tetap terjangkau
              bagi pengusaha." "Selain itu ini juga menjadi apresiasi bagi pekerja dan juga semangat bagi
              geliat  ekonomi  dan  dunia  usaha  sehingga  diharapkan  ke  depan  ekonomi  dapat  lebih  cepat
              derapnya demi kebaikan kita semua," ucap Anies.

              Untuk diketahui, sebelum diumumkan naiknya UMP DKI Jakarta, Anies telah melayangkan surat
              nomor  533/-085.15  tentang  Usulan  Peninjauan  Kembali  Formula  Penetapan  Upah  Minimum
              Provinsi (UMP) ke Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (RI) pada 22 November 2021 Ia
              menyampaikan lewat surat tersebut jika kenaikan UMP 2022 di DKI Jakarta sebelumnya, yaitu
              Rp 37.749, dinilai masih jauh dari layak dan tidak memenuhi asas keadilan.
              Hal ini disebabkan peningkatan kebutuhan hidup pekerja/buruh terlihat dari inflasi DKI Jakarta.


              Pemprov DKI Jakarta mengkaji ulang dengan menggunakan Kedua (Tribunnews.com/Yohanes
              Liestyo       Poerwoto/Widya)(Kompas.com/Fika            Nurul        Ulya)(Kompas.TV/Desy
              Hartini)(Kontan.co.id/Abdul Basith Bardan) Artikel lainnya terkait UMP.





                                                           294
   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300