Page 476 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 476

Judul               Prokes Ketat Minimalkan Persebaran Virus di Pabrik
                Nama Media          Jawa Pos
                Newstrend           Penerapan Prokes di Tempat Kerja
                Halaman/URL         Pg11
                Jurnalis            RAN
                Tanggal             2021-07-26 03:35:00
                Ukuran              193x191mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 83.955.000

                News Value          Rp 251.865.000
                Kategori            Ditjen PPK & K3
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif




              Ringkasan
              SATUAN  Tugas  Penanganan  Covid-19  merespons  kabar  masih  adanya  pabrik  yang  bandel
              lantaran meminta pegawai untuk tetap bekerja normal di pabrik atau work from office (WFO)
              tanpa mengurangi jumlah karyawan per sif. Dampaknya, physical distancing tidak bisa dilakukan.
              Penerapan  protokol  kesehatan  (prokes)  menjadi  tidak  maksimal.  Jika  hal  itu  terus  terjadi,
              ditakutkan dapat bermunculan klaster baru Covid-19. Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara
              Pemerintah  untuk  Penanganan  Covid-19  Wiku  Adisasmito  mengatakan,  selama  pandemi,
              pengoperasian pabrik diharuskan memenuhi aturan yang ada. "Pabrik harus patuh pada aturan
              agar tak menimbulkan klaster baru. Sebab, pabrik merupakan tempat dengan aktivitas cukup
              tinggi,'' ungkapnya dalam keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden
              pada Selasa (20/7).



              PROKES KETAT MINIMALKAN PERSEBARAN VIRUS DI PABRIK

              SATUAN  Tugas  Penanganan  Covid-19  merespons  kabar  masih  adanya  pabrik  yang  bandel
              lantaran meminta pegawai untuk tetap bekerja normal di pabrik atau work from office (WFO)
              tanpa mengurangi jumlah karyawan per sif. Dampaknya, physical distancing tidak bisa dilakukan.
              Penerapan  protokol  kesehatan  (prokes)  menjadi  tidak  maksimal.  Jika  hal  itu  terus  terjadi,
              ditakutkan dapat bermunculan klaster baru Covid-19.

              Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito
              mengatakan, selama pandemi, pengoperasian pabrik diharuskan memenuhi aturan yang ada.
              "Pabrik harus patuh pada aturan agar tak menimbulkan klaster baru. Sebab, pabrik merupakan
              tempat dengan aktivitas cukup tinggi,'' ungkapnya dalam keterangan pers yang disiarkan kanal
              YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (20/7).

              Munculnya klaster pabrik juga diungkapkan Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI).
              Banyak anggota serikat buruh yang terpaparCovid-19, tetapi masih harus bekerja.

              "Klaster pabrik sangat agresif. Buruh tekstil, garmen, sepatu, dan kulit dalam dua minggu saja
              di Cakung, Tangerang, Subang, dan Solo ribuan yang terpapar," kata Ketua FSBPI Dian Septi
              Trisnand dalamkonferensi pers FSBPI pada 19 Juli lalu.


                                                           475
   471   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481