Page 513 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 513
BARU SEHARI KERJA, TKW ASAL INDRAMAYU MENINGGAL DI TURKI, SEMPAT
DIKABARKAN KENA SANTET
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman, INDRAMAYU - Baru satu hari bekerja
seorang TKW atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu meninggal dunia
di Istanbul, Turki.
TKW tersebut diketahui bernama Masripah (36).
Masripah adalah warga Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Jawa
Barat.
Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu pun menceritakan kronologi
meninggalnya Masripah.
Ia juga membantah kabar Masripah meninggal karena santet seperti yang disampaikan pihak
sponsor saat mengabarkan berita duka kepada keluarga.
Masripah dipastikan meninggal karena Covid-19 setelah dikeluarkannya bukti keterangan dari
rumah sakit.
Kepastian tersebut, SBMI dapat setelah mengkonfirmasi perihal meninggalnya Masripah kepada
pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki.
"Tidak (Santet), itu cuma alasan dari sponsor saja, penyebab pastinya karena Covid-19," ujar
Ketua SBMI Cabang Indramayu, Juwarih kepada Tribuncirebon.com, Minggu (25/7/2021).
Juwarih menckeritakan, kejadian itu berawal saat Masripah diberangkatkan ke Turki pada 10 Juli
2021.
Ia diduga diberangkatkan secara ilegal, mengingat Masripah diberangkatkan ke negara Timur
Tengah yang bukan menjadi negara penempatan secara resmi.
Terlebih, ia bisa dikirim ke Turki saat Indonesia tengah memberlakukan Pemberlakuan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Itulah hebatnya perekrut di saat kaya gini, berani memberangkatkan, Ini jelas unprosedural, ke
timur tengah juga kan ditutup," ujar dia.
Masih diceritakan Juwarih, keluarga pun sempat kaget menerima kabar Masripah meninggal
dunia, mengingat baru 1 hari ia bekerja di sana.
Dari Indonesia, TKW yang bersangkutan, menurut pihak keluarga dalam kondisi sehat.
Dalam hal ini, keluarga juga meminta bantuan kepada SBMI Indramayu agar jenazah Masripah
bisa dipulangkan ke tanah air.
Keluarga juga menuntut agar pihak sponsor bisa bertanggungjawab atas kejadian tersebut.
"Suaminya dia mengadu awalnya dia gak tahu istrinya itu kena Covid-19 dan tuntutan dari
keluarga meminta agar jenazahnya dipulangkan, kedua pihak perekrut atau sponsor ini harus
bertanggungjawab," ujar dia. (Handhika Rahman).
512

