Page 515 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JULI 2021
P. 515
Ramli MS menyebutkan Kabupaten Aceh Barat memiliki potensi yang sangat besar di berbagai
sektor khususnya di sektor perikanan, perkebunan, serta pertanian ujarnya.
Disektor perikanan, Aceh Barat mampu menghasilkan 20 ton ikan cakalang perhari dan 15 ton
ikan layang perhari serta memiliki puluhan hektar tambak udang vaname yang saat ini mampu
memproduksi hingga puluhan ton setiap bulannya. Selain itu, di sektor Perkebunan terdapat 10
ribu hektar lahan sawit produktif milik rakyat yang siap di olah menjadi CPO ungkapnya.
Lebih lanjut, Ramli MS mengatakan bahwa Kabupaten Aceh Barat juga memiliki lahan karet
seluas 20 ribu hektar yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk industri
seperti industri ban dan industri plastik ujarnya.
Selain itu, di sektor pertanian bisa dikembangkan pengolahan kacang tanah, serta membangun
pabrik padi modern yang mana Aceh Barat telah mampu mencapai surplus di sektor pertanian
setiap tahunnya lanjutnya.
Lebih lanjut, Ramli MS mengatakan bahwa pihaknya siap mengirimkan tenaga kerja yang terlatih
dari Aceh Barat ke Jepang namun dengan catatan harus ada jaminan atas legalitas para pekerja
yang nantinya akan di kirim ke sana ucapnya.
Ramli MS juga mengatakan bahwa Pemkab Aceh Barat sangat concern terhadap perkembangan
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) demi mewujudkan kemandirian ekonomi bagi
masyarakat. Untuk itu, ia menyebutkan telah ada program pelatihan yang di peruntukan untuk
pelaku UMKM, salah satunya melalui program Tim penggerak PKK Kabupaten Aceh Barat
ucapnya.
Pemerintah Aceh Barat siap menerima investasi dari manapun asalkan tujuannya untuk
membangkitkan ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, ia meminta kepada pihak investor agar
segera mengirim perwakilannya ke Aceh Barat guna membahas lebih kongkrit serta merintis
rencana program investasi yang akan di laksanakan di Kabupaten Aceh Barat ini pinta Ramli MS.
Sementara itu, Direktur utama Japan Halal Certification Promotion Organitation (JHCPO), Abdul
Qadir Kato, mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan tahapan awal untuk menjajaki
kemungkinan kerjasama pihaknya dengan Pemkab Aceh Barat ucapnya.
Adapun poin penting yang di bahas adalah menyangkut dengan peningkatan SDM masyarakat
Aceh Barat melalui program magang dan bekerja di sektor industri di Jepang, rencana
pembangunan pabrik pengolahan gurita, investasi di sektor perkebunan sawit, program Siter City
(kota kembar), serta join risech kerang dan program lingkungan hidup papar nya Ia berharap
kerjasama ini bisa segera terwujud serta dapat saling menguntungkan semua pihak sehingga
outputnya pun bisa dirasakan oleh masyarakat yang berada di Kabupaten Aceh Barat ini harap
Kato Senada dengan itu, Ketua yayasan Jissho Foundation, Rismaja Putra, menyampaikan bahwa
pertemuan ini bertujuan untuk menginisiasi peluang kerjasama antara perusahaan Japan Halal
Certification Promotion Organitation (JHCPO) yang berasal dari Jepang dengan Pemerintah
Kabupaten Aceh Barat. Ia mengatakan pihaknya akan mensinergikan program yang ada di Aceh
Barat dengan program dari perusahaan asal Jepang tersebut ungkapnya.
Lebih lanjut, Putra mengatakan bahwa Aceh Barat memiliki banyak sekali sektor yang bisa
dikembangkan mulai dari pertanian, perkebunan, serta perikanan yang akan sangat berpengaruh
terhadap kesejahteraan masyarakat ujarnya Selain itu, pihaknya juga memiliki beberapa
program yang akan di implementasikan di Kabupaten Aceh Barat ini seperti memberi pembinaan
kepada UMKM dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal dan bahan baku dari petani sekitar,
meningkatkan kualitas SDM masyarakat, program untuk membangkitkan ekonomi daerah dalam
jangka waktu 5 sampai 10 tahun kedepan, serta pengembangan kawasan industri berbasis
lingkungan yang akan dipusatkan di Kabupaten Aceh Barat ungkapnya.
514

