Page 260 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 JULI 2020
P. 260

"Perpres tersebut mengatur jajaran direksi Program Kartu Pra Kerja yang gemuk dengan gaji
              selangit. Terlebih, di tengah kondisi keuangan negara yang sedang terganggu akibat COVID-
              19," ujar Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan di Jakarta, Selasa (28/7).

              Syarief  mengatakan  Kartu  Prakerja  hanyalah  salah  satu  program  yang  didesain  layaknya
              bantuan sosial lain. Karena itu, tidak diperlukan direksi baru yang berpotensi menggemukkan
              birokrasi.



              GAJI DIREKSI KARTU PRAKERJA DISOAL

              JAKARTA -  Kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Perpres Nomor 81 Tahun 2020, terkait
              gaji direksi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mendapat sorotan.

              "Perpres tersebut mengatur jajaran direksi Program Kartu Pra Kerja yang gemuk dengan gaji
              selangit. Terlebih, di tengah kondisi keuangan negara yang sedang terganggu akibat COVID-
              19," ujar Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan di Jakarta, Selasa (28/7).


              Syarief  mengatakan  Kartu  Prakerja  hanyalah  salah  satu  program  yang  didesain  layaknya
              bantuan sosial lain. Karena itu, tidak diperlukan direksi baru yang berpotensi menggemukkan
              birokrasi.

              Program  Kartu  Prakerja,  lanjutnya,  semestinya  bisa  dibawahi  oleh  Kementerian  Sosial  atau
              Kementerian Tenaga Kerja. Sebab tugas dan tanggungjawabnya saling beririsan dengan tujuan
              diadakannya Kartu Prakerja. "Pembentukan direksi baru untuk program sekelas bantuan sosial
              lainnya tidak sejalan dengan janji Pemerintah melakukan reformasi birokrasi," paparnya.

              Dia menegaskan hak keuangan dan fasilitas bagi direksi Program Kartu Prakerja tidak main-
              main. Khusus Direktur Eksekutif, hak keuangan diberikan sebesar Rp77,5 juta per bulan.

              Gaji  lima  direktur  lainnya  juga  diatur  dalam  pasal  2  ayat  2  Perpres  tersebut  yakni  Direktur
              Operasi  seebsar  Rp62  juta,  Direktur  Teknologi  Rp58  juta,  Direktur  Kemitraan  dan
              Pengembangan sebesar Rp54,25 juta, Direktur Pemantauan dan Evaluasi sebesar Rp47 juta
              serta Direktur Hukum, Umum dan Keuangan sebesar Rp47 juta.

              Hak  keuangan  ini  adalah  penghasilan  bersih  yang  diterima.  Ini  belum  termasuk  fasilitas
              perjalanan dinas dan jaminan sosial bagi jajaran direksi. Adapun fasilitas perjalanan dinas dan
              jaminan sosial disetarakan dengan fasilitas pejabat eseleon I dan II.

              "Bantuan  untuk  masyarakat  belum  terealisasi  sepenuhnya.  Namun  Pemerintah  sudah
              menggelontorkan dana besar untuk jajaran direksi program Kartu Prakerja. Pemerintah berpihak
              kepada siapa?" tanya Syarief.
              Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut menilai angka besar itu sangat tidak efisien
              untuk  program  sekelas  bantuan  sosial  lainnya.  "Hak  keuangan  itu  diambil  sepenuhnya  dari
              APBN. Sehingga akan semakin memberatkan keuangan negara," tukasnya.

              Dia mengaku heran dengan langkah Pemerintah yang cenderung inkonsisten. Sebab, beberapa
              waktu yang lalu, Pemerintah membubarkan 18 lembaga karena dianggap membebani keuangan
              negara dan beririsan dengan kementerian tertentu. Padahal, ada beberapa lembaga yang masih
              dibutuhkan.

              "Pemerintah  membubarkan  lembaga  negara  yang  masih  dibutuhkan.  Misalnya,  KP3EI  yang
              menjalankan MP3EI terintegrasi dengan MP3KI yang terbukti menumbuhkan ekonomi sampai



                                                           259
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265