Page 42 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 30 JULI 2020
P. 42

PEGAWAI TERBATAS, PEMPROV DKI TAK MAMPU AWASI SEMUA KANTOR

              Kepala  Dinas  Tenaga  Kerja,  Transmigrasi,  dan  Energi  (Kadisnakertrans)  DKI  Jakarta  Andri
              Yansyah  mengatakan,  pihaknya  telah  mengawasi  sejumlah  perkantoran  di  Jakarta  secara
              random.

              Dari hasil sidak, katanya, masih banyak perkantoran yang tak menjalankan protokol Covid-19,
              bahkan cenderung mencuri kesempatan untuk melanggar aturan yang telah diterapkan.

              "Kami tidak mungkin melakukan pengawasan seluruh perusahaan di Jakarta, petugas kami kan
              terbatas, hanya 58 orang, jadi kami butuh kerja sama dari gugus tugas internal perusahaan
              perkantoran," ujar Andri. di Jakarta. Rabu (29/7).

              Andri meminta perkantoran di Jakarta tidak menutupi informasi karyawannya yang terpapar
              Covid-19. Hal itu penting untuk mencegah penularan Covid-19 makin meluas ke banyak tempat.

              "Kami tidak mungkin melakukan pengawasan seluruh perusahaan di Jakarta, petugas kami kan
              terbatas, hanya 58 orang, jadi kami butuh kerja sama dari gugus tugas internal perusahaan
              perkantoran," kata Andri.

              Andri menjelaskan, perusahaan perkantoran di Jakarta tidak perlu takut dan khawatir dengan
              sanksi yang akan diberikan saat ditemukan kasus positif.

              Disnakertrans DKI hanya akan menutup sementara operasi perusahaan tersebut selama tiga
              hari untuk disterilisasi.

              "Mungkin di pihak perusahaan masih kurang mengerti atau mereka ketakutan bahwa penutupan
              sementara yang dilakukan itu adalah 14 hari, padahal saat ini tidak, kita hanya tutup tiga hari.
              Ya memang begitu dalam ketentuan peraturannya," katanya.
              Andri menuturkan, di seluruh perkantoran perusahaan di Jakarta, yang tercatat sebagai wajib
              lapor yaitu sebanyak 78.993 memiliki gugus tugas internal Covid-19. Karena itu, dia berharap
              agar gugus tugas internal itu dapat bekerja sama, yaitu dalam menerapkan protokol Covid-19
              terhadap karyawannya, dan juga melaporkan atau membuka informasi data karyawan yang
              terpapar Covid-19.

              "Penyakit ini bukan aib atau memalukan, adanya informasi yang valid, jujur kita sama-sama
              menanggulangi penyakit itu gitulah," ujar Andri.

              Mendorong

              Dikatakan, Pemprov DKI Jakarta mendorong pimpinan atau penanggung jawab tempat kerja di
              perkantoran untuk meningkatkan pengawasan internal dalam penerapan protokol kesehatan
              guna mencegah penularan Covid-19 di perkantoran. Pengawasan internal dinilai lebih efektif
              untuk mengendalikan Covid-19 di perkantoran.

              "Jadi, kita minta kerja samanya untuk perkantoran agar segera mengefektifkan gugus tugas
              internal untuk bisa melakukan pengawasan secara ketat terhadap protokol kesehatan. Kalau
              tidak, akan sulit mencegah penularan Covid-19 di perkantoran." ujarnya.

              Keberadaan Gugus Tugas internal ini sudah diamanatkan oleh Peraturan Gubernur DKI Nomor
              51 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Masa Transisi Menuju
              Masyarakat

              Sehat. Aman dan Produktif. Dalam Pasal 13 ayat (2) huruf a Pergub 51 tersebut dinyatakan
              bahwa pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat kerja yang menyelenggarakan aktivitas
              wajib membentuk tim penanganan Covid-19 di tempat kerja.
                                                           41
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47