Page 181 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 OKTOBER 2020
P. 181
Mandiri untuk penciptaan wirausaha dan padat karya, yang dapat menjadi pilihan bagi
masyarakat agar terhindar atau mengurangi dampak dari pandemi.
"Program penciptaan wirausaha ini bertujuan menciptakan lapangan kerja/usaha bagi masyrakat
melalui kegiatan per-mberdayaan dan berkelanjutan," ucapnya.
Ada pun padat karya, sambungnya, merupakan program pemberdayaan masyarakat yang
menyasar para penganggur dan setengah penganggur, melalui kegiatan pembangunan fasilitas
umum dan sarana produktifitas masyarakat dengan melibatkan
banyak tenaga kerja.
Ida mengatakan, baik program padat karya maupun penciptaan wirausaha adalah stimulus bagi
masyarakat pelaku industri kecil untuk meningkatkan kreatifitasnya dalam memanfaatkan
sumber daya alam dan sumber daya manusia di sekitar, untuk diolah menjadi produk yang
memiliki nilai jual di pasar domestik.
"Kedua program tersebut juga guna mendukung produk-produk kreatif industri kecil yang pada
akhirnya dapat membantu masyarakat survive di masa covid, bahkan menjadi kekuatan ekonomi
baru di daerah," ucapnya.
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja
(Binapenta dan PKK) Kemnaker. Suhartono. menyatakan, pihaknya terus berperan aktif dalam
penciptaan dan perluasan kesempatan kerja.
"Melalui ide-ide yang kreatif dan inovatif, kami yakin banyak saudara-saudara kita yang masih
menganggur, dan korban PHK akibat Covid-19 yang beralih menjadi wirausaha baru, dengan
memanfaatkan platform wirausaha online atau startup business," kata Suhartono.
Walaupun tengah terjadi pembatasan mobilitas, ia berharap hasil karya para wirausaha baru
dapat berkembang dan diterima pasar secara luas. Sebab, lanjutnya, wirausaha baru tidak hanya
dapat berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia, tetapi juga membuka peluang
kesempatan kerja bagi lingkungan sekitarnya.
Bantuan
Kemnaker melalui Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja per 2 Oktober
2020 telah menyalurkan bantuan kepada progrqm TKM kepasa 1.985 kelompok wirausaha
dengan melibatkan 39.700 orang dan 1.091 kelompok padat karya dengan melibatkan 21.820
orang.
Penerima bantuan tersebut nantinya mendapatkan pembekalan pelatihan berkelanjutan, dan
didampingi langsung dari Kemnaker.
Acara ini dihadiri 50 peserta secara offline dan diikuti 950 peserta secara online. yang terdiri dari
Provinsi Banten sebanyak 61 kelompok masyarakat, Jawa Barat sebanyak 304 kelompok
masyarakat. Jawa Tengah sebanyak 250 kelompok masyarakat. Jawa Timur sebanyak 328
kelompok masyarakat. Lampung sebanyak 37 kelompok masyarakat dan Yogyakarta sebanyak
20 kelompok masyarakat. [E-8]
180

