Page 546 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 OKTOBER 2020
P. 546

JAKARTA  -  Tenaga  Ahli  Utama  Kantor  Staf  Kepresidenan  Ade  Irfan  Pulungan  menyebut
              pembahasan  Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja  yang sedang dilakukan pemerintah
              pusat  dan  DPR  sudah  hampir  selesai.  Sejumlah  isu-isu  strategis  seperti  perizinan,
              ketenagakerjaan, pengadaan lahan dan lainnya sebagian besar sudah dibahas.

              "Pemerintah  pusat  dan  DPR  berdiskusi  dengan  konstruktif  secara  marathon  dengan  tetap
              mendengarkan semua aspirasi yang berkembang di masyarakat. Pemerintah pusat dan DPR tidak
              ragu  untuk  menghapus  atau  mengubah  sejumlah  pasal-pasal  di  dalam  rancangan  Undang-
              undang  yang  ada  setelah  mendapatkan  masukan  dari  masyarakat,"  kata  Ade  Irfan  dalam
              keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis 1 Oktober 2020.

              Ade  Irfan  mencontohkan,  penghapusan  klaster  pendidikan  pada  RUU  Cipta  Kerja  serta
              menampung masukan untuk berbagai pasal lainnya, termasuk di klaster ketenagakerjaan yang
              menggandeng tim tripartit.

              "Pembahasan yang cukup alot antara pemerintah pusat dan semua fraksi di DPR membuktikan
              bahwa hal ini dilakukan untuk mencari solusi yang paling baik sehingga dapat diterima oleh
              semua  pihak,"  tutur  mantan  Direktur  Hukum  dan  Advokasi  Tim  Kampanye  Nasional  Jokowi-
              Ma'ruf Amin dalam Pemilu 2019 ini. Dia menambahkan, semangat pemerintah dan DPR untuk
              menghadirkan solusi atas berbagai Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) perlu diapresiasi bersama.
              Masyarakat  bisa  melihat  dan  mengetahui  jalannya  proses  pembahasan  RUU  Cipta  kerja  dan
              pasal-pasal yang sudah disepakati dengan objektif.
              "Jika masih ada aspirasi yang belum disampaikan bisa menyalurkannya melalui mekanisme yang
              saat ini cukup mudah dilakukan," pinta Irfan. Dia mengatakan, pada dasarnya pemerintah akan
              mencari  solusi  yang  terbaik  untuk  semua  masyarakat  Indonesia.  Tidak  ada  niat  untuk
              memanjakan para pengusaha dan investor seperti yang selama ini disampaikan oleh sekelompok
              pihak.

              Menurut dia, RUU Cipta Kerja ini sebagai terobosan hukum untuk Bangsa dan seluruh Rakyat
              Indonesia,  yang  nantinya  dapat  memudahkan  disemua  sekto  rdan  bidang  untuk  melakukan
              pekerjaannya.

              "Ide dan gagasan yang baik ini dimunculkan oleh Presiden Joko Widodo pada pidato kenegaraan
              saat  Pelantikan  Presdien  tanggal  20  Oktober  2019  di  Sidang  Paripurna  MPR.  Pada  akhirnya
              gagasan  Omnibus  Law  diwujudkan  pada  RUU  Cipta  Kerja  yang  mempunyai  tujuan  untuk
              memudahkan penciptaan lapangan kerja, percepatan peningkatan investasi, dan peningkatan
              produktivitas yang diyakini akan bisa terealisasi jika RUU Cipta Kerja ini nantinya ditetapkan
              menjadi Undang-undang," tuturnya.

              (dam).






















                                                           545
   541   542   543   544   545   546   547   548   549   550   551