Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 31 MARET 2021
P. 33

Pertama,  rebalancing  investasi  dari  deposito,  saham  dan  reksadana  ke  instrumen  obligasi.
              Alokasi  dana  investasi  per  Januari  2021  adalah  65%  pada  surat  utang,  17%  saham,  10%
              deposito, 8%> reksadana dan investasi langsung 1%.

              Kedua, mengalokasikan investasi jangka pendek pada program jaminan kehilangan pekerjaan
              (JKP). Alokasi sebagian ke deposito dan sebagian ke obligasi pemerintah.

              Ketiga,  mendukung  likuiditas  sistem  perbankan  nasional  dengan  penempatan  dana  di  bank
              pembangunan daerah (BPD) dan Bank BUMN.

              Keempat, mendukung program pemerintah di sektor riil melalui sovereign wealth fund (SWF)
              dengan meningkatkan alokasi dana investasi pada instrumen program jaminan hari tua (JHT)
              dan jaminan pensiun (JP) yang bersifat jangka pai\jang.

              Kelima, mendukung revisi Permanaker Manfaat Layanan Tambahan (MLT) seperti pengaturan
              bunga penempatan dan penyaluran.

              Lalu, memperluas bank penyalur, dari yang awalnya hanya bank BUMN menjadi bank BUMN dan
              bank daerah.



























































                                                           32
   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38