Page 5 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 MARET 2021
P. 5
Judul UU Cipta Kerja Strategi Hadapi Bonus Demografi
Nama Media Ekonomi Neraca
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL Pg2
Jurnalis Opini
Tanggal 2021-03-04 05:40:00
Ukuran 134x193mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 9.380.000
News Value Rp 28.140.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Bonus demografi bisa menjadi bom waktu jika tidak ditanggulangi, sebagai antisipasi,
pemerintah optimis bahwa UU Cipta Kerja akan menjadi salah satu solusi Indonesia untuk
menghadapi bonus demografi ke depannya. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi, berharap, terbitnya UU Cipta Kerja akan tercipta
iklim investasi yang lebih kondusif dengan tetap mengedepankan kesejahteraan pekerja/buruh.
UU CIPTA KERJA STRATEGI HADAPI BONUS DEMOGRAFI
Bonus demografi bisa menjadi bom waktu jika tidak ditanggulangi, sebagai antisipasi,
pemerintah optimis bahwa UU Cipta Kerja akan menjadi salah satu solusi Indonesia untuk
menghadapi bonus demografi ke depannya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Anwar Sanusi,
berharap, terbitnya UU Cipta Kerja akan tercipta iklim investasi yang lebih kondusif dengan tetap
mengedepankan kesejahteraan pekerja/buruh.
Selain itu, UU Cipta Kerja diyakini juga mampu mendorong peningkatan produktifitas tenaga
kerja dengan mengoptimalkan peran-peran balai latihan kerja.
Di lain kesempatan, Himpunan Pengusaha Muda Indo nesia (HIPMI) mendorong pemerintah
menetapkan peta jalan (roadmap) yang jelas untuk mengukur seberapa efektif dampak UU Cipta
Kerja terhadap tumbuhnya investasi dan lapangan pekerjaan.
Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP HIPMI, Ajib Hamdani mengatakan, pemerintah
harus membuat roadmap agar dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
HIPMI menilai, pemerintah harus membuat roadmap investasi agar bisa secara optimal
memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Nantinya, efektivitas UU Cipta Kerja
harus dapat diukur efektifitasnya. HIPMI mengatakan, ukuran efektifitas, diukur dari dua sisi.
Pertama target kerja dan kedua target hasil.
4

