Page 306 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 306

KEMNAKER GAGALKAN PENGIRIMAN 11 PEKERJA MIGRAN ILEGAL

              Kementerian  Ketenagakerjaan  menggagalkan  pengiriman  11  calon  pekerja  migran  Indonesia
              (CPMI) nonprosedural yang direkrut dan akan diberangkatkan oleh orang perseorangan sebagai
              Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Timur Tengah.

              Hal  itu  terjadi  saat  Tim  Satgas  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (Satgas  PPMI)  dari
              Direktorat Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia dan Pengawas Ketenagakerjaan,
              Kemnaker melakukan inspeksi mendadak pada Kamis (17/6) di daerah Halim Perdanakusuma,
              Makassar, Jakarta Timur.

              Dirjen  Binapenta  dan  PKK  Kemnaker,  Suhartono  dalam  keterangan  tertulis  yang  diterima  di
              Jakarta,  Sabtu  menjelaskan  11  CPMI  yang  akan  dikirimkan  ke  Timur  Tengah  itu  dijanjikan
              pekerjaan dengan upah yang tinggi dan kemudahan dalam mengurusi prosesnya.

              Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada jika ada pihak-pihak yang merayu
              untuk bekerja keluar negeri dengan mudah, apalagi untuk bekerja keluar negeri sebagai PLRT
              di negara Timur Tengah.

              "Pastikan  bahwa  informasi  penempatan  PMI  ke  luar  negeri  didapatkan  atau  diklarifikasi
              sebelumnya melalui Dinas Ketenagakerjaan atau Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Provinsi
              atau  Kabupaten/Kota  setempat.  Para  pencari  kerja  juga  dapat  mengakses  karir  hub  melalui
              aplikasi  Sisnaker  yang  tersedia  pada  smartphone  android  untuk  mencari  segala  informasi
              ketenagakerjaan", kata Suhartono.

              Sementara  itu,  Koordinator  PPMI,  Direktorat  Bina  Penempatan  dan  Pelindungan  Migran
              Indonesia, Ridho Amrullah mengemukakan sidak dilakukan setelah pihaknya mendapat informasi
              dari masyarakat bahwa terdapat CPMI yang akan di berangkatkan ke Timur Tengah.

              "Kami mendapat informasi bahwa," katanya.

              Ia menambahkan 11 CPMI yang akan dikirim ini tidak dilengkapi dokumen sebagaimana yang
              dipersyaratkan sehingga membuat perlindungan terhadap mereka menjadi rentan.

              Sebanyak  11  CPMI  tersebut  berasal  dari  berbagai  daerah,  yaitu,  Bangka  Belitung,  Madiun,
              Pandeglang, Musi Banyuasin Sumsel, Karawang, Sukabumi, Papua, Lampung Utara, Bandung,
              Purbalingga, dan Cilegon.

              Menurut  Ridho,  rencana  pengiriman  CPMI  keluar  negeri  ini  melanggar  Keputusan  Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 Tentang Penghentian Dan Pelarangan Penempatan
              Tenaga  Kerja  Indonesia  Pada  Pengguna  Perseorangan  Di  Negara-Negara  Kawasan  Timur
              Tengah.

              "Pelanggaran  juga  diduga  terjadi  terhadap  Undang-Undang  Nomor  18  Tahun  2017  tentang
              Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia,  di  mana  pemerintah  melarang  pengiriman  PMI  ke
              kawasan Timur Tengah untuk sektor domestik dan rumah tangga," katanya.

              Plt. Direktur Bina Penempatan dan Pelindungan Migran Indonesia, Yuli Adiratna menyatakan
              pihaknya bersama Pengawas Ketenagakerjaan dan kepolisian akan mendalami adanya indikasi
              tindak pidana pada kasus ini.

              Kemnaker juga akan bersikap tegas kepada perusahaan penempatan PMI yang terlibat dalam
              kasus ini.

              "Selanjutnya,  penanganan  para  calon  pekerja  migran  tersebut  akan  dikoordinasikan  dengan
              Kepolisian RI agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut," kata Yuli.

                                                           305
   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311