Page 307 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 307
Judul BPJamsostek Bayarkan Santunan Rp181 Juta
Nama Media Analisa Daily
Newstrend Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian
Halaman/URL Pg6
Jurnalis Ik
Tanggal 2021-06-19 09:33:00
Ukuran 154x71mmk
Warna Warna
AD Value Rp 12.012.000
News Value Rp 60.060.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - T Rahmatsyah (Kepala Kejaksaan Negeri Medan) Ini merupakan kewajiban bagi seluruh
badan usaha untuk mendaftarkan pekerjanya. Melalui santunan ini kami berharap ahli waris bisa
menerima dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari
positive - T Rahmatsyah (Kepala Kejaksaan Negeri Medan) Ini merupakan kewajiban bagi seluruh
badan usaha untuk mendaftarkan pekerjanya. Melalui santunan ini kami berharap ahli waris bisa
menerima dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
positive - Aang Supono (Kepala BPJamsostek Cabang Medan Kota) Inilah bentuk negara hadir
dengan memberikan santunan kepada ahli waris dan berharap kerja sama ini bisa menjadi
contoh kepada instansi lain agar segera mendaftarkan pekerjanya menjadi peserta karena tidak
ada lagi pekerja yang tidak terlindungi. Kini, semua sektor kerja bisa mendapatkan perlindungan
jaminan sosial
Ringkasan
BPJamsostek Cabang Medan Kota bersama Kejaksaan Negeri Medan memberikan santunan
Jaminan Kematian (JKM) akibat kecelakaan kerja kepada ahli waris Alm Yuda Adinata yang
merupakan pegawai honorer di Kejaksaan Negeri Medan sebesar Rp 181.833.616. Santunan JKM
ini salah satu manfaat dari jaminan kecelakaan kerja dan merupakan hak setiap peserta
BPJamsostek yang mengalami risiko meninggal dunia.
BPJAMSOSTEK BAYARKAN SANTUNAN RP181 JUTA
BPJamsostek Cabang Medan Kota bersama Kejaksaan Negeri Medan memberikan santunan
Jaminan Kematian (JKM) akibat kecelakaan kerja kepada ahli waris Alm Yuda Adinata yang
merupakan pegawai honorer di Kejaksaan Negeri Medan sebesar Rp 181.833.616.
Santunan JKM ini salah satu manfaat dari jaminan kecelakaan kerja dan merupakan hak setiap
peserta BPJamsostek yang mengalami risiko meninggal dunia.
306

