Page 308 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 JUNI 2021
P. 308
Kepala Kejaksaan Negeri Medan, T Rahmatsyah mengatakan. berdasarkan UU No 24Tahun 2011
tentang BPJS. bahwa orang perseorangan, pengusaha, badan hukum atau badan lainnya yang
mempekerjakan tenaga kerja atau penyelenggara negara yang mempekerjakan pegawai negeri
dengan membayar gaji, upah maupun imbalan dalam bentuk lainnya wajib mendaftarkan tenaga
kerja tersebut sebagai peserta BPJamsostek.
"Ini merupakan kewajiban bagi seluruh badan usaha untuk mendaftarkan pekerjanya. Melalui
santunan ini kami berharap ahli waris bisa menerima dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-
hari." katanya di Medan. Kamis (17/6).
Kepala BPJamsostek Cabang Medan Kota, Aang Supono mengungkapkan, dengan diserahkannya
klaim santunan kematian di mana pekerja sudah menjadi peserta BPJamsostek, pihaknya
berterima kasih kepada pihak Kejari Kota Medan karena sudah mendaftarkan pekerja
honorernya. Maka itu. risiko sosial yang berkaitan dengan ketenagakerjaan sudah diberikan
kepada ahli warisnya yang berhak menerimanya.
"Inilah bentuk negara hadir dengan memberikan santunan kepada ahli waris dan berharap kerja
sama ini bisa menjadi contoh kepada instansi lain agar segera mendaftarkan pekerjanya menjadi
peserta karena tidak ada lagi pekerja yang tidak terlindungi. Kini, semua sektor kerja bisa
mendapatkan perlindungan jaminan sosial," ungkap Aang.
Santunan meninggal dunia ini merupakan salah satu manfaat dari program Jaminan Kecelakaan
Kerja (JKK) dan merupakan hak setiap peserta BPJamsostek yang mengalami risiko meninggal
dunia akibat kecelakaan kerja. (ik)
caption:
SANTUNAN KEMATIAN: Kepala BPJamsostek Cabang Medan Kota, Aang Supono (tiga dari kanan)
memberikan secara simbolis santunan kematian JKM kepada ahli waris Alm Yuda Adinata yang
merupakan pegawai honorer di Kejaksaan Negeri Medan sebesar Rp 181.833.616 di Medan,
Kamis {17/6).
307

